Tidak ada jalan pintas Di Curug Cileat. Sebagai melihat air terjun raksasa yang tersembunyi Hingga kawasan hutan Subang ini, traveler harus berjalan kaki Disekitar dua jam melewati sawah, hutan, dan jalur berbatu yang sesekali bikin napas tersengal.
Perjalanan Di Curug Cileat dimulai Di kawasan permukiman warga Hingga Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Tak lama Setelahnya meninggalkan Rumah-Rumah penduduk, pemandangan berubah menjadi hamparan sawah yang terbentang luas. Udara terasa lebih segar, Sambil Itu suara kendaraan perlahan menghilang.
Lebih jauh melangkah, jalur mulai memasuki kawasan hutan. Pepohonan yang Pertemuan membuat suasana terasa lebih teduh. Hingga sinilah perjalanan mulai terasa seperti Penjelajahan kecil. Jalan setapak yang Sebelumnya Itu relatif landai perlahan berubah menjadi tanjakan Bersama kontur berbatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Curug Cileat sebenarnya terdiri Di beberapa air terjun yang tersebar Hingga satu kawasan. Sebagai mencapai tujuan utama, wisatawan Akansegera melewati beberapa titik curug terlebih dahulu.
Jalurnya cukup mudah diikuti Sebab hanya ada satu trek utama yang menghubungkan kawasan tersebut. Hingga beberapa titik juga tersedia papan petunjuk Supaya pengunjung tidak perlu terlalu khawatir tersesat.
Curug pertama menjadi salah satu titik istirahat yang cukup ramai. Hingga Didekat lokasi ini terdapat warung sederhana tempat pengunjung membeli Konsumsi dan minuman Sebelumnya melanjutkan perjalanan. Beberapa wisatawan memilih duduk sejenak Sebagai mengatur napas Sebelumnya kembali berjalan.
Curug Cileat sebenarnya terdiri atas beberapa air terjun yang tersebar Hingga satu jalur trekking. Di perjalanan Di curug utama, wisatawan Akansegera melewati Curug 1, Curug 2, dan Curug 3 terlebih dahulu.
Hingga Didekat Curug 1 terdapat warung sederhana yang kerap menjadi tempat beristirahat. Setelahnya itu perjalanan berlanjut melewati dua curug lain Bersama jalur yang Lebih masuk Hingga kawasan hutan.
Mendekati kawasan Curug Hingga-4, terdapat bangunan sederhana yang menyerupai saung atau vila kecil. Tempat ini sering dimanfaatkan pengunjung Sebagai beristirahat Sebelumnya melanjutkan langkah terakhir Di puncak. Hingga titik ini, suara air mulai terdengar Lebih jelas.
Hingga akhirnya, Hingga balik pepohonan terlihat air terjun tinggi yang jatuh deras Di tebing hijau. Inilah Curug Hingga-4, tujuan utama sebagian besar pengunjung yang datang Hingga kawasan Curug Cileat.
Menariknya, tepat Hingga Di Curug Hingga-4 terdapat sebuah curug kecil yang hanya berjarak beberapa meter. Keduanya tampak berdampingan Hingga Antara tebing dan vegetasi hijau yang masih lebat. Perpaduan dua aliran air itu membuat kawasan puncak Curug Cileat terasa Lebih memikat.
Begitu tiba Hingga Di air terjun, rasa capek seperti langsung terbayar. Derasnya air yang jatuh Di ketinggian menghasilkan percikan yang masih terasa meski berdiri cukup jauh. Udara Hingga sekitarnya pun jauh lebih dingin dibandingkan jalur yang Terbaru saja dilalui.
Sebagian pengunjung sibuk mengabadikan pemandangan Bersama Lensa. Ada yang membuka bekal, ada yang duduk menikmati suara air, dan ada pula yang hanya memandangi tebing hijau sambil beristirahat. Kawasan ini juga terlihat cukup bersih, Sambil Itu jalurnya relatif mudah diikuti meski berupa jalan setapak Bersama beberapa tanjakan.
Perjalanan Hingga Curug Cileat Di akhirnya bukan hanya soal melihat air terjun. Sawah, hutan yang rindang, jalur trekking yang menantang, hingga deretan curug yang tersebar Hingga sepanjang perjalanan menjadi Dibagian Di Penghayatan itu sendiri. Dan ketika berdiri Hingga Di Curug Hingga-4 yang menjulang tinggi, perjalanan dua jam tersebut terasa sepadan Bersama pemandangan yang didapatkan.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 2 Jam Jalan Kaki Hingga Curug Cileat, Hadiahnya Air Terjun Raksasa Hingga Ditengah Hutan Subang











