Jakarta –
Melewati unggahan video Hingga media sosial, seorang wanita marah atas kecurangan penjualan Energi bersubsidi. Ia mengaku memergoki pembelian yang tak sesuai Di warga Foreign.
Produk yang disubsidi Di Negeri sudah sewajarnya dimanfaatkan semaksimal Bisa Jadi Sebagai kebutuhan warga negaranya. Memastikan warga negaranya hidup Di tidak kekurangan menjadi prioritas utama Sebelumnya memerhatikan kehidupan warga Negeri Foreign.
Kehebohan terjadi Hingga Malaysia, Setelahnya sesosok oknum diduga memprioitaskan warga Negeri Foreign. Dilansir Untuk Must Share News, (16/2/2026), sebuah supermarket Hingga Selangor diduga menjual Energi goreng bersubsidi yang seharusnya hanya diperuntukkan Untuk warga lokal berpenghasilan rendah kepada warga Foreign.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topik ini memicu perdebatan panas Hingga media sosial dan menimbulkan kekhawatiran tentang penyalahgunaan Bantuan Fluktuasi Harga pemerintah. Kasusnya mencuat Setelahnya seorang wanita mengunggah keluhan Hingga media sosial Threads.
|
Seorang wanita memergoki pembelian Energi goreng bersubsidi yang tak sesuai aturan Di warga Negeri Foreign. Foto: Must Share News
|
Ia mengaku Menyaksikan langsung staf supermarket Hingga Bangi mengizinkan warga Foreign membeli Energi goreng paket bersubsidi. Unggahan itu Di cepat viral dan memicu reaksi luas Untuk netizen.
Pemerintah Malaysia sendiri telah menyediakan Disekitar 60.000 metrik ton Energi goreng bersubsidi setiap bulan Sebelum 2007. Langkah ini ditujukan Sebagai membantu Kelompok, khususnya kelompok 40 persen berpenghasilan terendah.
Malahan Sebagai membelinya, Kelompok Di penghasilan rendah ini juga harus mengikuti aturan dan syarat yang ditetapkan. Setiap Rumah tangga hanya diperbolehkan membeli satu paket Energi goreng 1 kilogram Di harga Disekitar RM2,50 atau Disekitar Rp 10.800 Sebagai mencegah penimbunan atau penjualan kembali secara ilegal.
Akan Tetapi Untuk Perkara Hukum Hukum yang viral ini, sang pengunggah mengklaim melihat sekelompok orang Memutuskan banyak paket Energi Untuk rak supermarket. Ia juga menyebut seorang pria lansia warga lokal tidak dapat membeli Energi Sebab stok telah habis lebih dulu.
Ia marah sebab ada warga lokal lansia yang tak kebagian Energi goreng bersubsidi gegara Aksi Massa tersebut. Foto: Must Share News |
Wanita tersebut mengaku sempat menegur dan merekam Karya tersebut. Ia Malahan menuduh staf toko meminta para pembeli Foreign Sebagai mengembalikan Energi Setelahnya ia menyoroti kejadian tersebut.
Meski begitu, menurutnya para pembeli Lalu tetap berhasil Menyaksikan Energi Di cara lain. Wanita itu menduga warga Negeri Foreign yang ditemuinya tetap berlaku licik Di menaruh Produk tersebut Hingga keranjang orang lain yang Lalu membayarnya Hingga kasir.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan soal ras atau kebangsaan, melainkan tentang penyalahgunaan Bantuan Fluktuasi Harga yang seharusnya dinikmati Kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Unggahan tersebut memicu perdebatan luas Hingga kalangan netizen. Sebagian merasa kesal Sebab warga Malaysia harus Melewati prosedur ketat Sebagai membeli Energi Bantuan Fluktuasi Harga, termasuk verifikasi Melewati Langkah, Sambil Itu warga Foreign diduga bisa membelinya Di mudah.
“Terkadang penjual harus disalahkan Sebab tidak mengikuti peraturannya. Bukan Sebagai membela warga Foreign, penjual seperti ini yang justru membuat warga Foreign berani melakukan hal tersebut,” ujar salah satu netizen.
(dfl/dfl)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Heboh! Energi Goreng Bantuan Fluktuasi Harga Diduga Dijual Hingga Warga Foreign












