Bogor –
Taman Safari Indonesia (TSI) Mengeluarkan kabar terbaru yang menggembirakan mengenai Perkembangan dan perkembangan anak panda raksasa Satrio Wiratama (Li Ao) yang akrab dipanggil Rio.
Vice President Life Science Taman Safari Indonesia drh. Bongot Huaso Mulia Menyediakan penjelasan mengenai perkembangan anak panda tersebut, Bersama menyoroti peningkatan tingkat aktivitasnya serta Ilmu Pengetahuan medis canggih yang memfasilitasi kelahirannya.
Regu medis Di ini Memusatkan Perhatian Bagi memastikan bahwa semua fungsi indera Rio bekerja Bersama optimal. drh Bongot melaporkan bahwa Rio kini dapat melihat dan mengenali lingkungannya Bersama jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Rio itu harus mampu istilahnya semua sensori dia berfungsi dulu. Dia bisa lihat, bisa tahu mana jalan keluar dan masuk, serta tahu mamanya Hingga mana,” jelas drh. Bongot.
Tingkah laku Rio pun kini Lebih menggemaskan Lantaran ia tidak lagi hanya menghabiskan waktu Bagi tidur. Beberapa perkembangan signifikan Rio Antara lain:
• Berjalan Tegak: Cara berjalannya sudah mulai tegak dan seimbang, tidak lagi goyang-goyang.
• Mandiri: Rio sudah bisa berpindah antar Markas sendiri dan sesekali tidur terpisah Bersama induknya, Agar sang induk harus mengambilnya Di waktu menyusui.
• Mengenali Perawat: Rio sudah bisa mengenali perawatnya Bersama bau dan suara.
“Yang paling melegakan ya Rio mengenal perawat-perawatnya gitu ya, Bersama bau, Bersama panggilan, ‘Liao, Liao gitu dia sudah. Lantaran kita tidak boleh langsung datang Hingga dia Sesudah Itu dia kaget gitu. Bersama Sebab Itu biasanya kita Assalamualaikum, nggak sih. Bersama Sebab Itu ketok dulu atau apa gitu kita bikin gerakan atau sound yang bikin dia tahu ada kehadiran kita,” ujar Bongot.
Aturan Ketat Bagi Pengunjung
Seiring Bersama Lebih aktifnya Rio, TSI juga mengingatkan para wisatawan mengenai aturan berkunjung Di melihat bayi panda akhir Juni nanti. Mengingat sensori Rio yang Di berkembang pesat, ia sangat sensitif Di gangguan eksternal.
“Tentu peraturannya sama Bersama yang dewasa ya. Mereka sangat sensitif Bersama suara, kebisingan, dan juga cahaya flash yang tiba-tiba, terutama pointed light,” tegas drh. Bongot.
Pihak TSI mengimbau agar pengunjung bisa menikmati kelucuan Rio Bersama tertib: tidak berisik, tidak berlarian, tidak mengetuk kaca Markas, dan tidak berteriak agar bayi panda tidak merasa tertekan.
Fakta Unik: Rio berwarna Pink
Ada fakta Memikat yang diungkap Di kelahiran bayi panda. Banyak yang penasaran mengapa bayi panda berwarna pink. drh. Bongot menganalogikannya seperti Pink Beach Hingga Labuan Bajo. Warna tersebut bukan murni Bersama kulitnya.
“Itu adalah air liur mamanya yang mengandung mikroflora khusus. Mamanya rajin menjilati (grooming), makanya warnanya pink. Lebih dia mandiri dan main air sendiri, mamanya tidak lagi rutin melakukan grooming,” paparnya.
Bagi menjaga natural microflora Bersama sang induk agar tidak hilang, para perawat atau keeper sengaja tidak menggunakan sarung tangan berbahan lateks Di menangani bayi panda. Hal ini dilakukan Lantaran bayi panda sangat sensitif Di bahan lateks.
Ilmu Pengetahuan Reproduksi Tingkat Tinggi dan Adaptasi Tropis
Kelahiran Rio bukanlah tanpa tantangan. TSI menerapkan Ilmu Pengetahuan endoscopy guided insemination yang dipadukan Bersama pemantauan hormon secara sangat presisi.
“Dulu kita menggunakan dua jenis hormon. Sekarang kita tambah satu pemeriksaan hormon lagi (LH) Bagi melihat apakah sel telurnya sudah masuk Hingga Di rahim, tidak lagi menggantung Hingga ovarium. Kita juga pakai endoscopy guided, Bersama Sebab Itu kita bisa melihat visual sel telurnya ada Hingga kanan atau kiri, Agar sel sperma ditaruh Hingga tempat yang tepat,” jelas Bongot.
Selain Ilmu Pengetahuan reproduksi, Sukses TSI merawat panda juga terletak Di adaptasi lingkungan. Berbeda Bersama iklim empat musim Hingga Tiongkok Hingga mana bakteri dan jamur “tertidur” Di musim dingin, kelembapan dan curah hujan tinggi Hingga Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Akan Tetapi, TSI berhasil melampaui standar kebun binatang lain Hingga Asia Tenggara.
“Kalau zoo lain seperti Singapura dan Malaysia hanya pakai indoor AC, kita advanced banget. Mereka bisa beraktivitas Hingga lingkungan luar (outdoor) yang justru lebih bagus Bagi kelembapan dan sirkulasi angin. Tantangan iklim sudah dijawab Bersama lingkungan yang tersedia Hingga Taman Safari,” pungkasnya.
(ddn/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bersama Pink Hingga Gemoy, Berita Terkini Bayi Panda Rio Hingga Taman Safari











