loading…
Kilang Energi Ke India dan Asia Timur belum terburu-buru Memperbaiki pembelian Energi mentah Di Timur Ditengah. FOTO/AP
“Pasokan Energi Di Teluk Persia diperkirakan kembali normal Ke akhir Juli 2026, Tetapi Terapi penuh arus distribusi masih membutuhkan waktu,” demikian laporan analis Goldman Sachs seperti dikutip Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sebab Israel Serang Lebanon
Data Signal Group yang dikutip Bloomberg Menunjukkan Disekitar 31 kapal supertanker Didalam kapasitas Disekitar 62 juta barel Energi masih berada Ke Teluk Persia dan bersiap berlayar Setelahnya Selat Hormuz sepenuhnya dibuka. Sambil analis Kpler Muyu Xu Meramalkan pembukaan jalur pelayaran itu dapat melepaskan hingga 93 juta barel Energi non-Iran yang Sebelumnya Itu tertahan Ke kawasan Teluk.
Meski pasokan diperkirakan melonjak, kilang-kilang Ke Asia telah lebih dulu mengamankan Kesepakatan pengiriman Energi Sebagai periode Juni hingga Agustus Di Amerika Latin, Afrika, dan Amerika Serikat. Sejumlah perusahaan penyulingan Ke China Malahan Memangkas tingkat pengolahan akibat tingginya harga bahan bakar dan melemahnya permintaan domestik.
Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dilaporkan telah menjual sedikitnya 30 juta barel Energi spot kepada pembeli Asia sepanjang Juni, termasuk enam juta barel kepada Indian Oil Corporation dan Bharat Petroleum. Tetapi, perusahaan penyulingan milik Negeri Ke India belum Menunjukkan Wacana Memperbaiki pembelian Energi Teluk secara signifikan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Energi Teluk











