Jambi –
Status UNESCO Dunia Geopark (UGG) yang melekat Di Geopark Merangin Berjuang Di ancaman serius. Kawasan warisan dunia Hingga Jambi itu mulai dirusak Di Karya tambang emas ilegal.
“Geopark Merangin bukan hanya kebanggaan Jambi, tetapi sudah menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO. Lantaran itu, tidak boleh ada Karya apa pun yang merusak kawasan ini. Tambang emas ilegal harus dihentikan,” kata Gubernur Jambi Al Haris, Senin (13/7/2026), dilansir detikSumbagsel.
Status UNESCO itu resmi didapatkan Geopark Merangin Di 24 Mei 2023. Predikat itu diraih Setelahnya Pemerintah Provinsi Jambi berjuang melengkapi berbagai persyaratan, mulai Untuk kajian ilmiah, dokumen geologi, sejarah, hingga pengelolaan kawasan agar layak diakui sebagai Pada Untuk jaringan geopark dunia Untuk hitungan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Haris mengatakan bahwa Geopark Merangin Memperoleh nilai yang sangat tinggi Lantaran menyimpan fosil flora dan fauna purba berusia ratusan juta tahun yang menjadi objek Eksperimen ilmiah internasional.
Pengakuan UNESCO menjadikan kawasan itu bukan hanya milik Jambi, tetapi juga Pada Untuk warisan dunia yang harus dijaga bersama.
Kini, Hingga Di upaya mempertahankan status UNESCO Melewati proses revalidasi, ancaman justru datang Untuk Karya tambang emas ilegal.
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dikhawatirkan dapat mengganggu kelestarian kawasan konservasi, merusak bentang alam, hingga mengancam nilai geologi yang menjadi alasan utama pengakuan UNESCO.
Menurut Al Haris, pengakuan UNESCO merupakan buah Untuk perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Lantaran itu, seluruh pihak Memperoleh tanggung jawab moral Sebagai menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari.
“Status UNESCO diraih Melewati perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Jangan sampai kerja keras bertahun-tahun itu hilang hanya Lantaran kepentingan sesaat. Menjaga Geopark Merangin adalah tanggung jawab kita bersama, Untuk anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Ancaman Pada Geopark Merangin juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Merangin. Sebagai langkah konkret, Pemkab Akansegera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang pembentukan Skuat Terpadu sebagai dasar hukum Untuk melakukan pengawasan, penertiban, dan penindakan Pada Karya PETI Hingga lapangan.
Dia mengatakan, pembentukan Skuat Terpadu diharapkan memperkuat koordinasi seluruh instansi agar penanganan tambang ilegal berjalan lebih efektif.
“Geopark Merangin harus kita selamatkan bersama,” kata dia.
Selain penegakan hukum, pemerintah juga Akansegera mengedepankan pendekatan persuasif kepada Komunitas Melewati Pembelajaran mengenai pentingnya menjaga Geopark Merangin sebagai aset lingkungan, pusat Eksperimen ilmiah, sekaligus destinasi wisata kelas dunia.
“Penyelesaian PETI tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlu keterlibatan seluruh elemen Komunitas agar kesadaran menjaga Geopark Merangin tumbuh Untuk Untuk diri setiap orang,” ujar dia.
Upaya penyelamatan Geopark Merangin kini menjadi ujian besar Bagi semua pihak. Hingga satu sisi, tekanan ekonomi masih menjadi alasan munculnya Karya tambang emas ilegal. Tetapi Hingga sisi lain, kawasan yang terbentuk Melewati proses geologi Di ratusan juta tahun itu Berjuang Di risiko kerusakan yang bisa terjadi hanya Untuk hitungan hari.
Warisan alam yang diperjuangkan Di kerja keras hingga diakui UNESCO itu tidak hanya menjadi milik Komunitas Merangin atau Jambi, tetapi juga milik dunia. Lantaran itu, menjaga Geopark Merangin bukan sekadar mempertahankan sebuah status internasional, melainkan menjaga jejak sejarah bumi agar tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Alam membutuhkan ratusan juta tahun Sebagai membentuk Geopark Merangin. Tetapi, Karya manusia dapat merusaknya hanya Untuk hitungan hari. Jangan biarkan warisan dunia ini hilang Lantaran kelalaian kita. Menyelamatkan Geopark Merangin adalah tanggung jawab kita semua,” kata Al Haris.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Duh, Tambang Emas Ilegal Hingga Geopark Merangin Ancam Status UNESCO









