Apa yang Di Dikomunikasikan Kota kepada Kita?

loading…

Imamul Masyhudi, Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara. Foto/Dok.Pribadi

Imamul Masyhudi
Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara

ADA yang berubah Hingga wajah beberapa pusat perbelanjaan kita Di beberapa pekan terakhir. Mal yang Di ini tampil terbuka, Di trotoar, pintu masuk, dan ruang publik yang menyatu Di bangunan, tiba-tiba dibatasi pagar besi yang tinggi. Hingga sejumlah mal Hingga Surabaya, pagar itu Malahan mencapai Disekitar 2,5 meter. Pemandangan serupa Lalu muncul Hingga Jakarta.

Secara fisik, pagar dibuat Bagi membatasi, melindungi, dan mengatur akses. Tetapi Di komunikasi visual, sebuah benda tidak selalu berhenti Ke fungsi fisiknya. Pagar juga berbicara. Pertanyaannya, apa yang Di dikatakannya kepada kita?

Kejadian Luar Biasa pagar Hingga sejumlah mal Surabaya sempat ramai Hingga media sosial. Muncul berbagai dugaan, mulai Di alasan Perlindungan hingga kekhawatiran Di kemungkinan kerusuhan dan penjarahan Ke Agustus.

Pengelola Menyediakan penjelasan berbeda Bagi setiap lokasi dan membantah bahwa pemasangan pagar Secara Keseluruhan berkaitan Di Ketidak Stabilan Ekonomi atau persiapan Berusaha Mengatasi kerusuhan. Sebab itu, tidak tepat jika seluruh pagar tersebut langsung Dikatakan sebagai tanda bahwa pengelola Di berjaga-jaga kalau terjadi kerusuhan.

Tetapi, ada persoalan lain yang lebih Menarik Perhatian: pesan yang diterima Komunitas tidak selalu sama Di apa yang maksud Di pembuatnya.

Stuart Hall, Melewati Prototipe encoding dan decoding, menjelaskan bahwa pesan yang dibuat komunikator tidak selalu diterima Di makna yang sama Di audiens. Pengelola mal Mungkin Saja melakukan encoding sederhana, yaitu pagar sebagai simbol Perlindungan, perlindungan pengunjung, dan pengaturan akses.

Tetapi Komunitas melihat pagar Di konteks yang berbeda. Mereka membawa berita yang Mutakhir dibaca, percakapan Hingga media sosial, pesan WhatsApp, Penghayatan masa lalu, dan berbagai rumor tentang situasi Agustus. Sebab itu, pagar yang sama dapat dibaca sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang Di diantisipasi.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Apa yang Di Dikomunikasikan Kota kepada Kita?