loading…
Pesawat jet Su-25 Rusia melepaskan asap berwarna-warni sesuai bendera Negeri Rusia Pada parade militer Hari Menang Ke Moskow, Sabtu, 9 Mei 2026. FOTO/AP
“Dana tidak Memiliki masalah sama sekali dan sepenuhnya didukung Dari sumber daya,” kata Pejabat Tingginegara Keuangan Rusia Anton Siluanov Untuk wawancara Di Tv Rossiya-1, sebagaimana dikutip Untuk Bloomberg, Minggu (29/8/2026).
Baca Juga: Muktamar Hingga-35 NU: Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Digelar Hari Ini
Tetapi, Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut melaporkan Siluanov Ke April telah memperingatkan Perdana Pejabat Tingginegara Mikhail Mishustin mengenai potensi kekurangan kas Sebagai memenuhi seluruh kewajiban pemerintah sesuai jadwal. Saldo rekening tunggal perbendaharaan federal Justru dilaporkan mencapai Di minus 5,5 triliun rubel atau Di USD65,3 miliar.
Sebagai Dibagian Untuk penghematan, pemerintah memangkas Di 35% sebagian besar belanja nonmiliter dan meminta sejumlah lembaga federal menyiapkan pengurangan jumlah pegawai hingga 15%. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui adanya tekanan akibat defisit Dana, tetapi menyebut Kebugaran tersebut masih dapat dikelola.
Data Kementerian Keuangan Rusia Menunjukkan defisit Dana federal Ke Januari-April 2026 mencapai Di 5,8-5,9 triliun rubel atau 2,5% Untuk produk domestik bruto (PDB), hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun Sebelumnya. Defisit kumulatif Sesudah Itu Meresahkan menjadi 6,5 triliun rubel atau 2,8% PDB Ke akhir Juli dan mencapai 8,654 triliun rubel per 24 Agustus berdasarkan sistem Electronic Budget Rusia, meski angka terakhir belum memperhitungkan penerimaan Pajak Lainnya akhir bulan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Biaya Konflik Bersenjata Membengkak, Rusia Pangkas 35% Belanja Nonmiliter











