Ahli Kesejaganan Kardiovaskular RI Kaget Warga Jepang Makan Banyak Nasi Tapi Nggak Obesitas

Jakarta –

Kebiasaan makan warga Jepang sempat membuat seorang Ahli Kesejaganan Kardiovaskular asal Indonesia terkejut. Porsi makan yang terlihat cukup banyak, ternyata tidak serta-merta membuat Kelompok Di Negeri Sakura Merasakan obesitas.

Seperti yang diketahui, obesitas dapat Memperbaiki risiko Penyakit jantung Lantaran memaksanya bekerja lebih keras memompa darah Hingga seluruh tubuh serta memicu berbagai gangguan metabolik.

Seperti yang dialami Ahli Kepuasan spesialis jantung, dr Vito A Damay, SpJP yang beberapa waktu lalu bercerita pengalamannya ketika bekerja bareng Bersama salah satu Fasilitas Medis Di Jepang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Di sana itu mereka makan ramen pakai nasi. Tapi, tau nggak Di sana obesitas ada berapa? 4,5 persen. Di Indonesia, obesitas itu 23-33 persen range-nya,” kata dr Vito Di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

“Coba kita hitung Di satu ruangan (Di Indonesia) pasti yang obesitas itu pasti ada,” sambungnya.

Hal ini berbeda Bersama Di Jepang yang ditemui dr Vito. Dirinya mencontohkan bahwa Di Fasilitas Medis Di Jepang, mulai Untuk Ahli Kepuasan hingga perawat tidak ada yang kelebihan berat badan.

“Padahal makannya kayak gitu (porsi cukup banyak). Nasi tuh memang mereka atur, berapa gram gitu. Tapi porsinya gede banget,” katanya.

Kunci Angka Obesitas Jepang Rendah

Dikutip Untuk Fox News, seorang Pembuat Konten Video Jepang bernama Yoko Ishii menjelaskan mengapa angka obesitas Di negaranya terbilang rendah.

1. Makan Seimbang Sebelum Dini

Menurutnya, Bangsa Jepang sudah menerapkan pola Kebugaran Yangbaik Sebelum anak-anak, Malahan Di usia sekolah dasar. Secara khusus, anak-anak belajar Citarasa Bergizi tentang makan sehat.

2. Aktif Latihan

Ishii menuturkan, Sebelum kecil Kelompok Jepang telah membentuk Cara Hidup yang banyak melibatkan Latihan, Malahan mereka memilih berjalan kaki dibandingkan diantar Hingga sekolah.

Apabila jarak sekolah terlalu jauh, biasanya siswa Di Jepang lebih sering naik kereta api atau naik sepeda. Ditambah lagi, siswa Di Jepang aktif mengikuti kelas Belajar jasmani yang tersedia Di sekolah.

3. Kesadaran Keadaan Lewat Inisiatif TV

Pemerintah setempat secara masif membentuk pola hidup warganya menjadi sehat Melewati banyak platform, salah satunya adalah Inisiatif TV. Misalnya, Untuk Peristiwa TV Di Jepang, terdapat kuis pengetahuan Keadaan dan Citarasa Bergizi Citarasa.

“Kita harus mengetahuinya dan jika tidak, itu Akansegera memalukan. Kami sangat bersemangat Sebagai mempelajarinya Supaya kami dapat bersaing Bersama orang lain,” kata Ishii.

(dpy/kna)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ahli Kesejaganan Kardiovaskular RI Kaget Warga Jepang Makan Banyak Nasi Tapi Nggak Obesitas