loading…
AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer. FOTO/ VIET
Angkatan Udara AS melakukan langkah strategis yang patut diperhatikan Bersama mengaktifkan kembali pesawat pembom supersonik B-1B Lancer Bersama “kuburan pesawat”.
Kendati dulunya Disorot sebagai warisan usang Bersama Pertempuran Dingin, ratusan juta Matauang Asing kini diinvestasikan Bagi merombak dan mengganti komponen guna mempertahankan kemampuan Pra-Penanganan jarak jauhnya.
Dirancang Di tahun 1970-an dan 1980-an, B-1B Lancer Memiliki desain sayap sapuan variabel yang khas, memungkinkannya terbang Bersama Kecepatanakses subsonik (Mach 0,92) Di ketinggian yang sangat rendah Bagi menghindari radar musuh.
Tetapi, pengoperasian yang berkepanjangan Di Didekat permukaan tanah menciptakan tekanan mekanis yang sangat besar Di badan pesawat, Mengurangi masa pakainya dan menyebabkan banyak kerusakan teknis.
Setelahnya Pertempuran Dingin berakhir, B-1B beralih Bersama peran Pra-Penanganan nuklir strategis Di misi pengeboman taktis. Di medan Pertempuran seperti Irak dan Afghanistan, pesawat ini menjadi sistem “artileri terbang” Bersama muatan bom dan amunisi yang sangat besar, mampu menghancurkan target skala besar Di satu kali serangan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer











