Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah menargetkan penerapan mandatori biodiesel B50 Akansegera dimulai 1 Juli 2026. Bahan bakar Migas (BBM) Sebagai diesel tersebut dinilai Memiliki Mutu lebih baik Di B40 yang sudah diterapkan Sebelumnya Itu.
Pejabat Tingginegara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan berbagai tahapan pengujian teknis telah dilakukan Sebelumnya implementasi B50. Hasilnya, Menunjukkan Penampilan yang positif.
“Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan Di Skuat kami Di Kementerian ESDM yang dipimpin Di Ibu Dirjen EBTKE Prof. Eniya. Hasilnya sangat menggembirakan,” kata Bahlil melansir situs Kementerian ESDM, Selasa (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
B50 merupakan bahan bakar campuran 50 persen biodiesel berbasis Migas sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan 50 persen solar. Langkah ini menjadi kelanjutan Di Keputusan biodiesel Sebelumnya Itu yang dimulai Di B20, B30, hingga B40.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil meyakini salah satu hasil pengujian Menunjukkan Mutu B50 lebih baik dibandingkan B40 Di sisi kadar air. Berdasarkan hasil uji coba, kadar air Ke B50 tercatat lebih rendah Supaya dinilai Memiliki Penampilan dan stabilitas bahan bakar lebih baik.
Pengujian B50 juga telah dilakukan Ke berbagai jenis kendaraan dan peralatan operasional guna memastikan kesiapan implementasi secara luas.
Uji coba mencakup kendaraan angkutan, alat berat pertambangan, ekskavator, kapal, kereta api, hingga mesin dan kendaraan sektor Agrikultur.
“Ini sudah dilakukan uji coba Hingga berbagai kendaraan, baik alat berat, kapal, kereta api, dan kendaraan lainnya. Sektor tambang, ekskavator, hingga alat Agrikultur semuanya sudah dilakukan,” ujarnya.
Pemerintah optimistis peluncuran B50 Ke semester II 2026 dapat berjalan sesuai Ide. Keputusan ini diharapkan mampu menekan kebutuhan Produk Impor solar secara signifikan, Justru Berpotensi Sebagai menghilangkan Produk Impor Sebagai jenis solar tertentu apabila implementasinya berjalan optimal.
Selain mendukung ketahanan energi, Langkah biodiesel juga diproyeksi Menyediakan manfaat ekonomi. Pemerintah mencatat implementasi B50 Berpotensi Sebagai menciptakan nilai tambah Untuk industri kelapa sawit nasional sebesar Rp24,68 triliun.
Langkah tersebut juga diperkirakan berkontribusi Pada penyerapan tenaga kerja lebih Di 2,2 juta orang Hingga sepanjang rantai pasok industri sawit dan energi.
Di sisi lingkungan, penggunaan biodiesel mendukung agenda transisi energi dan penurunan emisi gas Tempattinggal kaca (GRK). Implementasi B50 diperkirakan mampu menekan emisi hingga 46,72 juta ton setara karbon dioksida (CO2).
Sambil Itu Di aspek makroekonomi, berkurangnya kebutuhan Produk Impor bahan bakar fosil diperkirakan menghasilkan penghematan devisa hingga Rp157,28 triliun.
Ke 2026, pemerintah menerapkan skema transisi Lewat penggunaan B40 Ke semester pertama dan B50 Ke semester kedua. Total alokasi biodiesel sepanjang tahun diperkirakan mencapai Disekitar 17,60 juta kiloliter (kL).
Hingga 13 April 2026, realisasi penyaluran biodiesel tercatat mencapai Disekitar 3,90 juta kL atau setara 24,9 persen Di total alokasi tahunan.
Langkah ini didukung Di 26 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) dan 32 Badan Usaha BBM (BU BBM) yang tersebar Hingga berbagai Area Indonesia, serta 85 titik serah Sebagai menjaga kelancaran distribusi dan pasokan biodiesel nasional.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Bahlil Beberkan Hasil Uji Biodiesel B50 Jelang Penerapan 1 Juli 2026











