Seorang anak perempuan berusia 4 tahun berjuang hidup Sesudah Merasakan Kemakmuran Mental yang langka. Diketahui, Kemakmuran itu dipicu Di flu.
Bocah bernama Sienna Dunion itu kini masih dirawat intensif Sesudah Merasakan komplikasi berat yang membuatnya tidak sadarkan diri.
Kemakmuran Sienna mulai terlihat Di November 2025, Pada ia mengeluh merasa kedinginan Di biasanya. Kedua orang tuanya, Gary Dunion dan Angelina Dunion (38), semula menganggap keluhan tersebut tidak serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, mereka memutuskan Sienna Sebagai tidak sekolah keesokan harinya Sebab ia Merasakan demam ringan.
Mendadak Tidak Responsif
Beberapa hari Lalu, situasi berubah drastis. Gary menemukan putrinya tidak responsif dan segera membawanya Hingga Puskesmas.
Di Puskesmas, Praktisi Medis memasang infus cairan. Tak lama Lalu, jari-jari tangan Sienna mulai menegang seperti mencakar, Supaya Praktisi Medis segera melakukan CT scan yang Menunjukkan sejumlah kelainan Di otaknya.
Sesudah kehilangan kemampuan berkomunikasi, Sienna dimasukkan Hingga koma induksi dan dipindahkan Hingga Puskesmas hingga didiagosis mengidap Acute Necrotising Encephalitis (ANE).
“Ini benar-benar mengejutkan. Saya belum pernah mendengar Kemakmuran ini seumur hidup saya. Mereka mengatakan ini adalah Kemakmuran Mental yang sangat, sangat langka tetapi agresif, yang dipicu Di flu atau COVID-19,” terang Gary, dikutip Di Mirror UK.
“Kemakmuran ini memicu respons Di sistem Dayatahan Tubuh, Di mana sistem Dayatahan Tubuh tidak mengenali bahaya dan Patogen terus menempel Di otak. Tubuh tidak memperbaikinya atau melawannya, lalu Patogen itu juga menempel Hingga tulang punggungnya,” sambungnya.
Gary menyebut anaknya itu tidak Menunjukkan tanda-tanda flu. Dia hanya terlihat agak lemas Di sedikit demam, tapi masih berlarian, bermain, dan bercanda sampai Sienna tidur siang.
Tetapi, Pada bangun Sienna benar-benar berbeda. Kedua orang tuanya berpikir ia anak pilek biasa yang sudah ribuan kali ia alami, dan mengobatinya Di Calpol dan Nurofen.
Perawatan Medis yang Dijalani
Untuk Perawatan Medis lanjutan, Sienna menjalani terapi pertukaran plasma Sebagai membersihkan darah. Tetapi, ia kembali memerlukan operasi darurat Sesudah Praktisi Medis menemukan kadar laktat yang sangat berbahaya.
Pemeriksaan Menunjukkan 60 persen ususnya Merasakan kerusakan parah dan tidak dapat diselamatkan, Supaya harus diangkat. Sienna Lalu menjalani operasi kedua akibat penumpukan udara Di rongga perut.
Regu medis Meramalkan Sienna, yang hingga kini masih belum sadar, membutuhkan Di tiga hingga enam bulan Sebelumnya bisa keluar Di Puskesmas. Sesudah itu, ia Berencana menjalani rehabilitasi intensif.
Gary mengaku memang tidak Menyediakan Imunisasi flu Di Sienna. Maka Di itu, ia mengingatkan agar memvaksinasi anak-anak mereka Pada flu.
“Rasa bersalah kami sekarang seperti ya Tuhan, seharusnya kami memvaksinasinya saja. Banyak orang tua Di luar sana juga tidak melakukannya Sebab ragu atau tidak yakin apakah itu benar-benar diperlukan,” pungkasnya.
Halaman 2 Di 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Cerita Bocah 4 Tahun Alami Komplikasi Langka pasca Terinfeksi Flu











