loading…
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meminta PBNU tidak cawe-cawe Di urusan politik. Dia meminta PBNU kembali Hingga khittah Didalam fokus mengurus agama dan umat. Foto: Achmad Al Fiqri
“Saya selalu mengatakan, saya selalu berharap bahwa NU itu memang kembali Hingga khittah. Enggak ngurus urusan-urusan politik, enggak ngurus urusan-urusan dunia. Ngurus aja umat, ngurus aja agama,” ujar Adi Di diskusi bertajuk “Stop Politik Transaksional Di Muktamar NU,” Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya
Bila ingin menyuarakan tentang ekonomi, PBNU perlu bicara tentang ekonomi pemberdayaan umat yang fokus Di Kelompok kelas bawah.
“Kan itu yang Setelahnya Itu membuat NU relatively agak sedikit diterima Dari begitu banyak kalangan Kelompok, dan kita pun juga tahu NU secara khittah perjuangan politiknya itu bersama Didalam duafa dan mustadh’afin, bukan Didalam oligarki dan para pemilik modal. Belum ada sejarahnya,” ungkap Adi.
“Makanya, saya selalu mengatakan kalau NU memang agak sedikit cawe-cawe, genit-genit Didalam urusan-urusan Di luar keagamaan, Di luar sosial, Di luar keumatan, misalnya soal politik, ya sudah, NU Dari Sebab Itu Organisasi Politik saja,” sambungnya.
Didalam Cara Itu, sikap politik PBNU menjadi lebih jelas dan terbuka Didalam berorientasi Di kekuasaan. “Bisa Dari Sebab Itu Kepala Negara, bisa Dari Sebab Itu gubernur, bisa Dari Sebab Itu wali kota, kepala Daerah, anggota dewan, bisa Dari Sebab Itu komisaris, dan seterusnya. Jelas dan clear. Dari Sebab Itu hal-hal yang sifatnya transaksional sekali pun itu enggak ada persoalan,” katanya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Diminta Kembali Hingga Khittah, PBNU Diminta Tak Cawe-cawe Politik











