Warganet Ditengah ramai Merundingkan sejumlah produk kurma yang ternyata mengandung sirup glukosa (glucose syrop) dan pengawet E202 atau kalium sorbat (potassium sorbate). Disebut-sebut, penambahan tersebut ditujukan Bagi memperpanjang masa simpan atau mengawetkan.
Walau ternyata praktik ini lazim dilakukan Ke produk berkualitas rendah, muncul kekawatiran tentang peningkatan kadar gula yang dikandungnya. Ke Kebugaran tertentu seperti pengidap diabetes, hal ini tentu harus diperhitungkan.
Hingga Ditengah maraknya perdebatan soal ini, pertanyaan sederhana pun muncul: bagaimana sebenarnya ciri kurma yang ditambah sirup glukosa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sirup Glukosa dan Dampaknya Ke Masa Simpan
Penambahan sirup glukosa Ke kurma umumnya bukan tanpa alasan. Untuk Ilmu Pengetahuan Kelaparan Global, pelapisan gula dikenal bisa membantu memperbaiki tampilan sekaligus mempengaruhi kadar air Untuk produk Agar Didalam Sebab Itu lebih awet. Lapisan gula yang pekat dapat mengikat air bebas dan Untuk Kebugaran tertentu membantu menekan Kemajuan mikroba, Sebab gula Memikat air keluar Untuk sel mikroorganisme Melewati proses osmosis.
Sejumlah studi tentang pengawetan berbasis gula Menunjukkan bahwa kadar gula tinggi dapat menurunkan Kegiatan air, yaitu jumlah air yang tersedia Bagi mikroorganisme Bagi tumbuh. Lebihterus rendah Kegiatan air, Lebihterus sulit bakteri dan kapang berkembang biak. Prinsip ini yang juga dipakai Ke selai atau manisan buah.
Tetapi situasinya bisa berubah ketika kurma tersebut berada Hingga lingkungan Didalam kelembapan tinggi seperti Indonesia. Gula bersifat higroskopis, mudah menyerap uap air Untuk udara. Ke udara tropis yang lembap, lapisan sirup glukosa Hingga permukaan kurma dapat Memikat air dan membuat Dibagian luar buah menjadi Lebihterus basah dan lengket. Kebugaran ini justru Berpeluang menciptakan ruang yang nyaman Bagi kapang dan ragi Bagi tumbuh jika penyimpanan tidak optimal.
Hingga sinilah peran pengawet seperti kalium sorbat atau potassium sorbate yang dikenal Untuk kode aditif Kelaparan Global sebagai E202. Bahan ini bekerja Didalam cara menghambat Kemajuan jamur dan ragi, dua jenis mikroorganisme yang paling sering muncul Ke produk buah kering. Untuk industri, penggunaan E202 kerap dikombinasikan Didalam pelapisan sirup glukosa, terutama Bagi produk yang Berencana didistribusikan Hingga Bangsa Didalam iklim lembap.
Kombinasi tersebut bertujuan menjaga stabilitas produk Di perjalanan panjang dan penyimpanan Hingga rak toko. Sirup glukosa membantu mempertahankan tekstur dan tampilan, Sambil E202 menjadi “penjaga” yang menekan Kemajuan mikroorganisme ketika kadar air permukaan Meresahkan akibat kelembapan lingkungan.
Meski begitu, efektivitasnya tetap bergantung Ke cara penyimpanan. Suhu sejuk dan kemasan kedap udara tetap menjadi faktor penting. Tanpa pengemasan yang baik, Justru produk yang sudah diberi sirup glukosa dan pengawet pun bisa Merasakan penurunan mutu lebih cepat Hingga iklim tropis.
Perbedaan iklim Ditengah Bangsa asal kurma Hingga Bangsa Timur Ditengah yang cenderung kering Didalam Indonesia yang lembap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Udara kering membantu menjaga kadar air tetap stabil, sedangkan udara tropis mempercepat perubahan fisik dan mikrobiologis.
Artinya, penambahan E202 Untuk kombinasi Didalam sirup glukosa sering diposisikan sebagai solusi Ilmu Pengetahuan Bagi menjaga Perlindungan dan masa simpan, terutama ketika kurma harus “Mengadaptasi” Didalam lingkungan yang jauh lebih lembap dibanding tempat asalnya.
Ciri-Ciri Kurma yang Ditambah Sirup Glukosa
Beberapa ciri yang bisa teramati:
1. Kurma Tampak Mengkilap
Kurma alami biasanya tidak tampak terlalu mengkilap. Permukaannya cenderung matte atau berkilau lembut saja, tergantung varietas dan tingkat kematangannya. Kilau tipis masih wajar, terutama Ke kurma yang dagingnya lembap. Tetapi bila pantulannya terlihat seperti dilapisi cairan bening dan tampak “basah” Hingga hampir seluruh permukaan, itu sudah masuk kategori tidak biasa.
Guru Besar Ilmu dan Ilmu Pengetahuan Kelaparan Global Untuk Institut Pertanian Bogor, Prof Nugraha Edhi Suyatma, menjelaskan bahwa penambahan sirup glukosa memang kerap berkaitan Didalam tampilan visual produk agar Memikat perhatian Kandidat pembeli.
“Penambahan sirup glukosa umumnya digunakan Bagi Memperbaiki daya tarik visual kurma Didalam Mutu lebih rendah, Agar dapat diterima konsumen Didalam harga terjangkau,” kata Prof Nugraha Di dihubungi detikcom, Kamis (26/2/2026).
Lapisan tipis sirup membuat warna kurma terlihat lebih hidup dan permukaannya tampak segar, Kendati Mutu awal buahnya tidak terlalu premium. Hingga rak toko, efek visual ini jelas bekerja. Mata pembeli cenderung tertarik Ke buah yang tampak mulus dan berkilau.
Tekstur juga bisa menjadi petunjuk sederhana. Kurma yang diberi coating sirup biasanya terasa lebih lengket Di disentuh. Jari seperti habis menyentuh gula cair yang mengering tipis Hingga permukaan kulit buah.
“Di Itu, perlu diperhatikan tampilan dan tekstur: kurma yang terlalu lengket atau sangat mengkilap kemungkinan telah diberi coating sirup,” sambungnya.
2. Terasa Sangat Manis
Kurma Ke dasarnya sudah kaya gula alami seperti glukosa dan fruktosa. Rasa manisnya lembut dan biasanya diikuti sedikit sensasi karamel yang muncul pelan Sesudah digigit. Manisnya tidak meledak, melainkan menyebar perlahan Hingga lidah.
Ke kurma yang diberi sirup glukosa, karakternya bisa berbeda. Manisnya terasa lebih tajam dan langsung memenuhi rongga mulut Sebelum gigitan pertama. Guru Besar Ilmu Pengetahuan Kelaparan Global Untuk Institut Pertanian Bogor, Prof Nuri Andarwulan, menjelaskan kalau kurma yang dilapisi sirup glukosa rasanya lebih manis dan kandungan gulanya lebih tinggi.
“Kandungan gulanya lebih tinggi, rasanya lebih manis,” ucapnya Di dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2026).
Sebagian orang menggambarkannya seperti minum minuman manis yang gulanya kebanyakan. Bukan hanya manis, tetapi terasa berat dan sedikit membuat cepat enek. Jika satu butir saja sudah terasa sangat pekat manisnya, ada kemungkinan terdapat tambahan gula Hingga luar kandungan alaminya.
Tubuh sebenarnya cukup peka membaca perbedaan ini. Gula tambahan yang lebih pekat bisa memicu lonjakan energi yang terasa cepat, lalu diikuti rasa lemas tak lama Sesudah Itu. Sambil kurma alami biasanya memberi dorongan energi yang lebih stabil Sebab gula alaminya disertai serat dan nutrien lain yang membantu memperlambat penyerapan Hingga Untuk tubuh.
3. Label Ke Kemasan Produk
Di membeli kurma Untuk kemasan, membaca label menjadi langkah paling penting. Produk yang memang diberi tambahan biasanya mencantumkan “sirup glukosa” atau “glucose syrup” Ke daftar bahan. Jika hanya tertulis kurma, secara aturan produk tersebut seharusnya memang tidak mengandung tambahan pemanis Hingga luar kandungan alaminya.
Masalahnya, Hingga lapangan tidak selalu sesederhana itu. Ada kemungkinan kurma tampak sangat mengkilap, sangat manis, dan terasa lengket, tetapi Ke label tidak tercantum tambahan sirup glukosa. Untuk situasi seperti ini, bila benar terdapat penambahan bahan Tetapi tidak dicantumkan, berarti produk tersebut tidak memenuhi Syarat pelabelan Kelaparan Global.
Hingga Indonesia, aturan pelabelan Kelaparan Global olahan berada Hingga bawah pengawasan Badan Pengawas Terapi dan Konsumsi (BPOM). Regulasi mewajibkan setiap produsen mencantumkan seluruh bahan yang digunakan secara jelas dan jujur Ke label kemasan. Informasi mengenai penambahan sirup glukosa tidak boleh disembunyikan Sebab menyangkut kandungan gula total Untuk produk.
Kewajiban ini bukan sekadar formalitas administrasi. Bagi orang Didalam diabetes, sindrom metabolik, atau yang Lagi membatasi asupan gula, tambahan sirup glukosa bisa berdampak langsung Ke lonjakan kadar gula darah. Tanpa informasi yang transparan, konsumen tidak dapat membuat keputusan yang tepat.
Itulah sebabnya membaca label bukan hanya soal kebiasaan teliti, tetapi juga Dibagian Untuk perlindungan diri. Jika menemukan produk yang mencurigakan, konsumen sebenarnya Memperoleh hak Bagi melaporkan kepada otoritas pengawas agar dilakukan penelusuran Didalam Detail.
Ke akhirnya, kurma tetaplah buah yang bernutrisi dan bermanfaat. Transparansi informasi menjadi Kunci agar manfaat tersebut tidak tercampur Didalam risiko yang seharusnya bisa dihindari.
Halaman 2 Untuk 3
Simak Video “Video: Ramai soal Kurma Mengandung Sirup Glukosa, Apakah Aman dan Apa Cirinya?“
(mal/up)
Kurma Mengandung Sirup Glukosa
9 Konten
Media sosial kembali gaduh, kali ini Yang Berhubungan Didalam produk kurma yang ternyata mengandung sirup glukosa sebagaimana tercantum Hingga label nutrisinya. Rupanya, penambahan sirup glukosa lazim dilakukan Ditengah lain Bagi memperpanjang masa simpan.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta-fakta Kurma Mengandung Glukosa dan Kalium Sorbat Fungsi hingga Ciri-cirinya









