Larangan membawa tumbler pribadi Di restoran belakangan memicu perdebatan Di media sosial. Imbasnya, pro-kontra Di Ditengah Kelompok tak bisa dihindarkan.
Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Amin Soebandrio, PhD, SpMK menilai Permasalahan tumbler sebenarnya tidak sesederhana boleh atau tidak boleh.
Menurutnya, persoalan utama terletak Ke aspek higiene yang kerap luput Bersama perhatian konsumen. Pihak restoran juga tidak dapat memeriksa kebersihan, meminta pelanggan Untuk membersihkan, atau melarang pelanggan meletakkan Di atas Perabot tumbler yang dibawa sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumbler yang dibawa Bersama Tempattinggal belum tentu Di Situasi bersih sesuai standar sanitasi Konsumsi dan minuman yang sudah ditetapkan Dari restoran.
“Tumbler yang tercemar Dari tanah, air kotor, tangan dan sebagainya, bisa saja menjadi sumber penularan mikroba, terutama Untuk yang menjamahnya,” kata Prof Amin Di dihubungi detikcom, Rabu (7/1/2026).
“Tangan yang tercemar Sesudah Itu dipergunakan Untuk menjamah Konsumsi atau minuman yang dikonsumsi, dapat menyebabkan gangguan Kesejajaran, terutama jika Situasi mendukung (jumlah dan jenis cemaran, daya Bertahan manusia),” sambungnya.
Menurut Prof Amin, mikroba yang dikhawatirkan menjadi cemaran adalah mikrooba enterik, yakni penyebab gangguan atau Penyakit Menyebar saluran pencernaan.
Risiko Mencoreng Nama Baik Restoran
Menurut Prof Amin, gangguan Kesejajaran yang dialami pelanggan akibat cemaran tersebut bisa berisiko mencoreng nama baik restoran. Lantaran mereka tidak dapat memastikan jenis dan Standar minuman yang dibawa pelanggan.
“Jika Di atau sesudah berada Di restoran pelanggan Merasakan gangguan Kesejajaran Sesudah mengonsumsi minuman yang dibawa sendiri, pihak restoran tetap Berencana diduga sebagai penyebab permasalahan tersebut,” katanya.
Yang Terkait Bersama risiko cemaran, Prof Amin mengatakan pihak restoran harus memastikan bahwa pelanggan tidak Merasakan gangguan Kesejajaran Ke Di dan sesudah mengkonsumsi produk mereka.
Untuk itu restoran harus memastikan semua produk dan fasilitas Di restoran harus aman dan nyaman Untuk dikonsumsi.
Halaman 2 Bersama 2
(dpy/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gaduh Larangan Tumbler Masuk Restoran, Pakar Mikrobiologi Soroti Risiko Kontaminasi











