Heboh Review Dubai Chewy Cookie Rp15 Ribu, Nicky Tirta: ‘Nggak Ada Etika’



Jakarta

Food vlogger Dari Sebab Itu sorotan Sebab berharap lebih usai review Dubai chewy cookie Rp15.000. Nicky Tirta pun menyoroti hal tersebut yang dinilai Memutuskan Pelaku Ekonomi Kecil Untuk mencari atensi.

Tindak Kejahatan review Dubai Chewy Cookie seharga Rp15 ribu yang dinilai Memutuskan Pelaku Ekonomi Kecil Memperoleh perhatian Di sejumlah pihak.

Salah satunya Aktor Atau Aktris yang kini juga dikenal sebagai chef, Nicky Tirta. Ia ikut menyampaikan pandangannya Melewati video TikTok @nickytirta (27/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di videonya, pria 43 tahun ini awalnya menyebut dirinya justru berterima kasih kepada sosok food vlogger atau food reviewer yang Ditengah menjadi sorotan. Menurutnya, kejadian tersebut membuatnya mengetahui bahwa ada berbagai tipe food vlogger Ke media sosial.

“Saya mau berterima kasih sama orang ini. Gara-gara dia, saya Dari Sebab Itu tahu ada food reviewer yang berkualitas dan ada yang tipe begitu,” ujar Nicky Tirta Di videonya.

Tanggapan Nicky Tirta soal Food Vlogger yang Memutuskan Pelaku Ekonomi Kecil Foto: TikTok/@nickytirta

Nicky Lalu menyoroti cara sebagian food reviewer membuat konten Di menilai atau mengkritik produk Konsumsi.

Ia mempertanyakan jika ada orang yang sengaja mencari perhatian Di cara Memutuskan produk milik orang lain.

“Ada yang mencari rezeki Di menghambat rezeki orang lain. Mencari atensi Di cara sok keren Di Memutuskan produk orang lain,” katanya.

Menurut Nicky, konten ulasan Konsumsi seharusnya tetap Mengkaji etika, terlebih ketika produk yang diulas merupakan buatan Pelaku Ekonomi Kecil.

Ia mengingatkan bahwa Ke balik sebuah produk Konsumsi terdapat perjuangan pemilik usaha, karyawan, hingga keluarga yang menggantungkan hidup Di usaha tersebut.

@nickytirta

Terima kasih! Dari Sebab Itu tau ada tipe food reviewer yg begini 😂 Yuk saling support Pelaku Ekonomi Kecil Indonesia.

♬ original sound – nicky tirta

“Usaha orang atau Pelaku Ekonomi Kecil itu Mungkin Saja modalnya Di tabungan yang susah payah dikumpulkan. Ke balik usaha seseorang itu ada orang-orang yang harus dihidupi,” tutur pelantun ‘Indah Cintaku’ itu.

Ia juga menyinggung keberadaan karyawan yang bekerja Ke balik sebuah usaha Masakan. Menurutnya, dampak Di sebuah ulasan negatif tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga dapat berpengaruh Di para pekerja dan keluarga mereka.

“Ke balik usaha orang ada karyawan, plus keluarganya si karyawan ini yang harus dihidupi,” lanjutnya.

Nicky Justru mengimbau Komunitas agar tidak Memberi panggung kepada food reviewer yang Disorot membuat konten tanpa etika.

Ia menyarankan agar publik tidak menonton, mengikuti, maupun Memberi endorsement kepada kreator yang dinilai hanya mengejar popularitas Di Memutuskan usaha orang lain.

“Ini harusnya nggak usah dikasih panggung lagi. Sama sekali jangan ditonton, jangan Ke-follow, jangan dikasih endorse,” tegasnya.

Videonya langsung ramai Memperoleh berbagai tanggapan Di netizen. Banyak netizen yang sependapat Di Nicky Tirta soal etika mereview produk Pelaku Ekonomi Kecil.

“Dia berharap apasih sama harga Rp15.000, ada etikanya kalau ngereview Konsumsi. Ini dia jelas banget nunjukkin muka mau muntah,” tulis netizen.

“Saya pernah belikan anak saya kue seperti itu, dan harganya sama Rp15.000. Anak saya bilang enak, Mungkin Saja enak gak enak selera, tapi etika itu perlu. Inget Ke atas ilmu ada adab,” tulis netizen lainnya.

Sebelumnya Itu heboh Ke media sosial, food vlogger Shely Che yang dinilai terlalu keras Pada Memberi komentar Di Dubai chewy cookie buatan Pelaku Ekonomi Kecil. Ia membelinya Ke pusat jajanan kue subuh, Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Shely Che mengaku kecewa Sebab sudah membeli sebanyak 10 buah. Menurutnya, Dibagian isian cookie tersebut Memperoleh tekstur yang kurang sesuai Di ekspektasinya. “Isiannya juga melempem, kayak mochi gak juga sih,” katanya Di video tersebut.

(raf/adr)



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Heboh Review Dubai Chewy Cookie Rp15 Ribu, Nicky Tirta: ‘Nggak Ada Etika’