Belitung, CNN Indonesia —
Ada dua model sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua yang sering dibanding-bandingkan Pada berbicara skutik kelas 150 cc, yaitu Vario Evo 160 dan Yamaha Aerox 155. Meski keduanya punya berbagai hal mirip, Astra Honda Kendaraan Bermotor Roda Dua (AHM) menegaskan produk mereka bukan lawan langsung Aerox 155.
Direktur Pemasaran AHM Octavianus Dwi Putro memaparkan Vario Evo 160 mengisi segmen skutik kelas ‘high’ tetapi masih fungsional.
“Dia kan salah satu yang menggunakan platform flat deck. Kalau yang lain itu kan center tunnel. Karena Itu memang center tunnel dan flat deck ini masih punya market sendiri-sendiri,” kata Octavianus Ke Belitung, Kamis (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Flat deck merujuk Di desain pijakan kaki Vario Evo 160 yang bentuknya rata tanpa gundukan. Kelebihan desain ini memudahkan menaiki Kendaraan Bermotor Roda Dua, lalu ruang terbukanya bisa dipakai buat mengangkut Produk Internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil Itu center tunnel membicarakan desain ‘gundukan’ Ke Di pijakan kaki pengendara Aerox 155. Gundukan ini juga berperan seperti tulang Di yang bisa membantu stabilitas, tetapi menjadikannya kurang fungsional membawa Produk Internasional dan membuat menaikinya seperti Kendaraan Bermotor Roda Dua sport.
AHM menilai skutik flat deck masih ada pasarnya Agar Pembaruan terus dilakukan sampai melahirkan Vario Evo 160. Octavianus menjelaskan salah satu Nilai pengembangannya adalah membuat Vario 160 relevan Didalam Kemakmuran masa kini, termasuk dibuat lebih sesuai anak muda.
“Sebab gini, fungsionalnya pasti berbeda tuh. Kalau teman-teman lihat kan Ke lapangan, ada orang yang butuh cc-nya 160, Lalu modelnya masih oke. Tapi juga Untuk bisa bawa Produk Internasional ya,” ujar dia.
Octavianus memaparkan Vario Evo 160 bukan pesaing langsung Aerox 155.
“Rasanya masih belum sampai head to head gitu,” ucapnya.
|
Yamaha Aerox 155 Alpha. (Yamaha Indonesia)
|
Perbandingan
Vario Evo 160 sering disandingkan Didalam Aerox 155 Sebab berbagai hal, misalnya Didalam kapasitas mesin mirip, masing-masing 156,9 cc dan 155,09 cc.
Tenaga yang dihasilkan juga serupa, Vario Evo 160 mencapai 15,4 PS dan torsi 14 Nm, Sambil Itu Aerox 155 15,4 PS dan torsi 14,2 Nm.
Soal harga keduanya juga bersinggungan, walau Di Umumnya Vario Evo 160 lebih murah.
AHM melego Vario Evo 160 mulai Rp28,5 juta Untuk varian terbawah CBS, Lalu CBS Nitro Rp28,7 juta dan yang tertinggi, ABS, Rp31,4 juta.
Aerox 155 banderolnya Rp30,7 Di varian Standard. Varian lainnya CyberCity Rp31,2 juta, CyberCity ABS Rp34,7 juta, Turbo Rp40 juta, Turbo 70th Livery Rp40,4 juta dan Turbo Ultimate Rp42,2 juta.
Selain flat deck dan center tunnel, perbedaan keduanya yang mencolok adalah Vario Evo 160 memakai tipe rangka underbone dan suspensi tunggal sedangkan Aerox 155 backbone dan suspensi ganda.
Dimensi Aerox 155 juga lebih besar Didalam Vario Evo 160, ukurannya 1.980 mm x 710 mm x 1.170 mm versus 1.929 mm x 686 mm x 1.091 mm.
Soal berat, Vario Evo 160 sebesar 116 kg sedangkan Aerox 155 mencapai 130 kg.
(fea/mik)
Add

as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Honda Bantah Vario Evo 160 Saingan Yamaha Aerox 155











