Jakarta –
Seorang karyawan Di China dipecat usai menolak tampil Di Kegiatan makan malam tahunan kantor. Lembaga Proses Hukum Mengungkapkan Pengurangan Tenaga Kerja ilegal dan perusahaan wajib membayar kompensasi.
Kegiatan makan malam tahunan perusahaan kerap disebut sebagai ajang hiburan sekaligus kebersamaan. Akan Tetapi Di balik suasana santai, tak jarang muncul tekanan tak tertulis Untuk karyawan.
Hal inilah yang dialami seorang karyawan Di Shenzhen, China, yang diduga dipecat Sesudah menolak permintaan manajernya Untuk tampil Di atas panggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkara Hukum Hukum ini dilaporkan Dari Sina News dan Sesudah Itu disorot Dari The Paper CN.
|
Ilustrasi makan malam kantor. Foto: iStock
|
Seorang karyawan yang disebut Didalam nama samaran Xiao Ming diminta menampilkan sketsa komedi Di Kegiatan makan malam tahunan perusahaan yang digelar Di hari Sabtu.
Menurut laporan Federasi Serikat Pekerja Kota Shenzhen, manajemen Sebelumnya menyebut Kegiatan tersebut bersifat tidak wajib, lapor Weird Kaya (22/1).
Akan Tetapi Xiao Ming tetap diminta tampil menghibur tamu dan rekan kerja. Xiao Ming menolak permintaan itu Didalam alasan beban kerja tinggi dan tenggat waktu pekerjaan yang ketat.
Penolakan tersebut rupanya memicu konflik Didalam atasannya, yang menilai Xiao Ming bersikap tidak sopan.
“Kegiatan ini katanya tidak wajib, dan tampil Di panggung bukan Pada Didalam pekerjaan saya,” ujar Xiao Ming Di pengaduannya.
Ilustrasi makan malam kantor. Foto: iStock |
Keesokan harinya, perusahaan langsung Mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja.
Pihak perusahaan berdalih Xiao Ming tidak mematuhi instruksi, absen tanpa izin, serta melanggar aturan internal Supaya layak diberhentikan secara langsung.
Merasa dirugikan, Xiao Ming menggugat keputusan tersebut Lewat jalur hukum ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa dirinya dipecat hanya Sebab menolak ikut kegiatan yang tidak termasuk tugas resmi.
Perkara Hukum ini bergulir hingga Lewat proses arbitrase, sidang tingkat pertama, dan akhirnya diselesaikan lewat sidang lanjutan serta mediasi.
Lembaga Proses Hukum memutuskan bahwa perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja secara ilegal.
“Lembaga Proses Hukum Mengungkapkan Kesepakatan kerja diakhiri secara tidak sah,” bunyi putusan tersebut. Perusahaan pun diwajibkan membayar kompensasi kepada Xiao Ming Di bentuk uang tunai.
Menyambut Baik Perkara Hukum Hukum ini, serikat pekerja Di Shenzhen menjelaskan bahwa Kegiatan makan atau jamuan kantor tidak selalu benar-benar opsional.
Jika kehadiran atau partisipasi dikaitkan Didalam penilaian kinerja, absensi, atau Apresiasi, maka Kegiatan tersebut bisa Disorot wajib.
“Di Situasi seperti itu, karyawan tidak boleh dikenai Hukuman Politik Sebab tidak hadir atau tidak berpartisipasi,” jelas perwakilan serikat pekerja.
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kegiatan Dinner Kantor Berujung Pengurangan Tenaga Kerja, Lembaga Proses Hukum Sebut Perusahaan Langgar Hukum












