Tokyo –
Jepang Memperkenalkan kenaikan biaya visa dan Iuran Wajib Bagi turis yang mau liburan Di sana. Kalau diperkirakan, Jepang Akansegera menghasilkan 350 miliar yen Di tahun 2026.
Dlansir Bersama Nikkei Asia Ke Minggu (11/1/2026), Pemerintah Jepang menaikkan biaya visa dan Iuran Wajib Wisata Internasional Bagi mengatasi Wisata Internasional berlebihan, Meningkatkan layanan konsuler dan memperbaiki sistem Perpindahan Penduduk Internasional, serta kebutuhan lainnya.
Biaya visa turis Akansegera naik lima kali lipat, Bersama 3.000 yen (Rp 300 ribuan) menjadi 15.000 yen (Rp 1,5 jutaan). Biaya perpanjangan atau perubahan status visa Akansegera naik Bersama 6.000 yen menjadi Disekitar 40.000 yen, tergantung Bersama lamanya masa tinggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iuran Wajib turis internasional Akansegera masuk Di tiket pesawat. Sebelumnya Itu Iuran Wajib itu bernilai 1.000 yen, Akan Tetapi sekarang telah naik menjadi 3.000 yen (Rp 300 ribuan). Kenaikan Iuran Wajib ini Akansegera berlaku mulai bulan Juli.
Iuran Wajib ini Akansegera berlaku Bagi semua orang yang meninggalkan Jepang, termasuk warga Bangsa Jepang. Meski demikian, Jepang melakukan strategi pemotongan biaya paspor Bagi Mengurangi dampak kenaikan Iuran Wajib keluar Bagi warga negaranya. Biaya paspor 10 tahun Akansegera berkurang Bersama 16.000 yen menjadi 9.000 yen.
Laporan tersebut Berkata bahwa Jepang Berusaha Bagi Merasakan nilai lebih Bersama sektor Wisata Internasional Sebab Meramalkan pendapatan Bangsa Akansegera turun hingga 2,2 triliun yen Ke tahun 2026 yang disebabkan Dari Inisiatif Pembelajaran gratis dan hilangnya pendapatan Iuran Wajib bahan bakar.
Negeri Sakura bertujuan Bagi mengumpulkan tambahan 1,2 triliun yen Melewati Iuran Wajib yang lebih tinggi Bagi orang kaya dan Bersama Mengurangi keringanan Iuran Wajib Bagi sektor swasta.
Kejadian Luar Biasa overtourism Di Jepang telah mencapai Catatan Terbaru Bersama total 36,87 juta wisatawan Asing Ke tahun 2024. Lonjakan ini didorong Dari melemahnya Nilai Mata Uang Yen yang membuat biaya perjalanan menjadi lebih murah Bagi turis mancanegara.
Ikon wisata Di Jepang yang paling terdampak overtourism berlokasi Di Golden Route, yaitu Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Di Kyoto, distrik Gion menjadi sorotan utama, Di mana gang-gang pribadi ditutup Bagi mencegah turis mengejar dan Memutuskan foto Geisha secara paksa, yang mengganggu Kepribadian warga lokal. Di Di Itu, transportasi umum seperti Kendaraan Angkutan Umum Di kota ini seringkali penuh sesak hingga menyulitkan komuter lokal. D
Di luar area perkotaan, daya tarik alam seperti Gunung Fuji juga Merasakan dampak signifikan, Bersama antrean panjang pendaki yang menyebabkan kepadatan Di jalur pendakian Pada musim puncaknya, Merangsang pemerintah membatasi kuota harian.
Di kota Fujikawaguchiko Di kaki gunung tersebut, sebuah penghalang visual dipasang Di trotoar toko swalayan tertentu Bagi menghalangi turis berfoto dan menghalangi lalu lintas lokal.
(bnl/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Liburan Di Jepang Fix Makin Mahal











