Kathmandu –
Nepal Berencana menguras empat danau gletser Ke kawasan Himalaya Sebagai Memangkas risiko Genangan Air. Langkah itu dilakukan Setelahnya bencana besar yang menewaskan lebih Di 1.400 orang.
Skuat pencari masih mencari lebih Di 5.000 orang yang hilang Ke Daerah perbatasan Nepal dan China. Bencana tersebut terjadi Setelahnya runtuhnya gletser Ke Agustus memicu longsor dan Genangan Air bandang Ke sejumlah lembah.
“Tujuan kami adalah menurunkan risiko jebolnya danau akibat bendungan alami serta Memangkas risiko Genangan Air Ke Daerah hilir,” terang pakar Di pusat Studi Pemerintah Nepal, Subash Tuladhar, dikutip Di The Independent, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air Di danau nantinya Berencana dialirkan Lewat kanal Ke sungai Ke sekitarnya, tetapi pekerjaan tersebut tidak mudah Lantaran petugas harus bekerja Ke ketinggian dan Berjuang Bersama risiko Genangan Air yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Empat danau yang menjadi sasaran adalah Thulagi, Lower Barun, Lumding Tsho, dan Hongu II. Keempatnya berada Ke ketinggian 4.050 hingga 5.483 meter Ke atas permukaan laut dan masuk Di daftar danau gletser paling berbahaya Ke Nepal.
Kajian dan rancangan awal proyek Berencana dimulai Ke tahun fiskal yang berakhir Ke pertengahan Juli 2027. Proyek senilai Disekitar USD 50 juta (Rp 895 miliar) itu Berencana Menyambut pendanaan Di Green Climate Fund, United Nations Development Programme (UNDP), dan Pemerintah Nepal.
Direktur Eksekutif Centre for Hydrology and Water Resources Research, Sanjeeb Baral, menjelaskan pengurasan Berencana dilakukan Setelahnya kajian selesai. Pengerjaannya diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam tahun.
Selain menurunkan permukaan air, Pemerintah Nepal juga Berencana memasang Alat Pengindera pemantauan serta membangun sistem prakiraan dan peringatan Genangan Air. Nepal Sebelumnya Itu pernah menurunkan permukaan Danau Tsho Rolpa Disekitar 3 meter Ke 2000 dan melakukan proyek serupa Ke Danau Imja Didekat Gunung Everest Disekitar satu dekade lalu.
Ancaman danau gletser Lebih serius seiring kenaikan suhu Dunia yang membuat gletser Himalaya menyusut. Nepal telah mencatat Disekitar 26 kejadian Genangan Air akibat jebolnya danau gletser Di empat dekade terakhir, yang rata-rata menewaskan lebih Di 300 orang dan menyebabkan kerugian jutaan Usd setiap tahun.
Pakar gletser Di International Center for Integrated Mountain Development (ICIMOD), Samjwal Ratna Bajracharya, mengatakan menurunkan permukaan danau Disekitar 3 meter dapat Memangkas risiko secara signifikan.
“Danau-danau tersebut berkembang Bersama cepat, berada jauh Ke ketinggian Himalaya dan dapat meluap kapan saja akibat Bencana Alam, longsoran salju, Kebugaran iklim, serta Karya manusia yang tidak terencana,” ujarnya.
(upd/upd)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mau Kuras 4 Danau Paling Berbahaya











