Centers for Disease Control Taiwan (CDC) berencana memasukkan Penyakit Menyebar Mikroba Nipah sebagai Category 5 notifiable disease yang wajib dilaporkan, menyusul munculnya wabah Terbaru Ke India.
Pejabat CDC Taiwan mengatakan kepada CNA Ke Minggu bahwa pihaknya telah merilis rancangan perubahan peraturan pengendalian Gangguan Menyebar Ke 16 Januari. Di rancangan tersebut, Penyakit Menyebar Mikroba Nipah Berencana diklasifikasikan sebagai Category 5 notifiable disease.
Sebagai Category 5 notifiable disease, Penyakit Menyebar Mikroba Nipah digolongkan sebagai Penyakit Terbaru atau langka Bersama risiko tinggi Pada Kesejajaran Kelompok, Supaya mewajibkan pelaporan segera serta penerapan langkah-langkah pengendalian khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan tersebut masih harus Lewat masa konsultasi publik Di 60 hari, Pada Kelompok dapat menyampaikan pendapat, Sebelumnya resmi diberlakukan.
Meski CDC berencana mengklasifikasikan Mikroba Nipah sebagai Category 5 notifiable disease, Wakil Direktur Jenderal CDC, Lin Ming-cheng mengatakan Taiwan tetap mempertahankan peringatan perjalanan Level 2 “kuning” Untuk Negeri Dibagian Kerala Ke India barat daya, yang Di ini dikenal sebagai Daerah endemis Mikroba Nipah, serta belum Mengeluarkan peringatan Untuk Benggala Barat maupun Daerah lainnya.
Di sistem peringatan perjalanan Taiwan yang terdiri Di empat tingkat, peringatan Level 2 “kuning” mengimbau wisatawan Untuk Meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah Upaya Mencegah, Tetapi tidak melarang perjalanan.
Lin menambahkan, peringatan perjalanan Berencana diperbarui seiring perkembangan wabah. Jika terjadi penularan Ke tingkat komunitas, level peringatan dapat dinaikkan. Tetapi, apabila Tindak Kejahatan tetap terbatas Ke Fasilitas Medis, wisatawan hanya Berencana diimbau Untuk menghindari fasilitas medis Ke Daerah terdampak.
Ke sisi lain, Tanda-Tanda awal Penyakit Menyebar Mikroba Nipah menyerupai influenza, dan Ke sebagian Tindak Kejahatan tidak menimbulkan Tanda-Tanda sama sekali. Ke Kebugaran yang lebih berat, Penyakit Menyebar dapat berkembang menjadi ensefalitis (radang otak) dan kejang, Malahan pasien berisiko Merasakan koma Di waktu 24 hingga 48 jam. Penyintas dapat Merasakan dampak jangka panjang, seperti kejang berulang atau perubahan kepribadian.
Otoritas Kesejajaran mengimbau Kelompok Untuk menghindari perjalanan Di Daerah yang menjadi Daerah penyebaran Mikroba Nipah serta menjaga kebersihan diri, termasuk rutin mencuci tangan, terutama Sesudah kontak Bersama hewan. Buah-buahan juga harus dicuci bersih Sebelumnya dikonsumsi.
“Langkah perlindungan seperti penggunaan sarung tangan, masker, dan Pengganti pelindung perlu diterapkan Pada menangani hewan, khususnya hewan yang sakit, ujar Lin, dikutip Di Taiwan News.
Ia juga mengingatkan wisatawan agar berhati-hati Pada mengonsumsi air kelapa Ke luar negeri serta menghindari buah yang tampak telah digigit kelelawar atau terkontaminasi.
Halaman 2 Di 2
(suc/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mikroba Nipah Ke Taiwan Bakal Masuk ‘Category 5 Notifiable Disease’, Apa Itu?











