London –
Museum Nasional menjadi salah satu destinasi Menarik Perhatian dan gratis. Akan Tetapi, kesenangan itu sepertinya harus berakhir Sebagai turis.
Pemerintah Inggris Untuk Merencanakan pemungutan biaya Sebagai turis Sebagai mengakses koleksi permanen Ke museum nasional sebagai Dibagian Didalam inisiatif Sebagai Meningkatkan pendanaan Karyaseni, seperti dikutip Didalam The Guardian Ke Selasa (31/3/2026).
Pemerintah mengatakan ada kebutuhan Berencana opsi jangka panjang Sebagai mendanai sektor Karyaseni yang Untuk kesulitan Untuk tanggapannya Pada tinjauan Dewan Karyaseni Inggris, yang mendistribusikan dana publik Sebagai Karyaseni. Ke Ditengah opsi yang disebutkan adalah pungutan hotel, sebuah Aturan yang Untuk dikonsultasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi Alison Cole, direktur Cultural Policy Unit, sebuah lembaga independen Sebagai merumuskan ide Aturan praktis, mengatakan memungut biaya Didalam turis internasional Berencana menjadi “ide yang sangat buruk”.
“Ada cara yang jauh lebih baik Sebagai menyelamatkan museum-museum sipil dan infrastruktur Kebiasaan Global kita yang luar biasa Ke seluruh negeri, dan kami percaya itu adalah pungutan hotel,” katanya.
Museum dan galeri nasional telah gratis Sebagai semua pengunjung Sebelum tahun 2001, sebuah Aturan penting yang Dikatakan telah Meningkatkan jumlah pengunjung dan Wisata Internasional. Kementerian Keuangan Sebelumnya Itu dikabarkan telah Merencanakan Sebagai mengakhiri masuk gratis Di museum dan galeri sebagai Dibagian Didalam pemotongan Biaya Ke November 2025, Kendati Wacana ini dibatalkan Sesudah Memperoleh penolakan Didalam para Pejabat Tingginegara kebudayaan.
Studi terpisah Didalam Art Fund Menunjukkan 72% Kelompok mendukung pungutan Wisata Internasional yang mensubsidi masuk gratis Di museum nasional.
Usulan tersebut diuraikan Untuk tanggapan pemerintah Pada rekomendasi yang dibuat Dari Margaret Hodge Ke bulan Desember Untuk tinjauan Dewan Karya Seni Inggris (Arts Council England), yang mendesak para Pejabat Tingginegara Sebagai melindungi pendanaan Didalam politisasi dan menghilangkan birokrasi Didalam proses Alat Lunak yang memberatkan.
Pemerintah mengatakan Berencana mengeksplorasi semua rekomendasi tersebut, termasuk pendanaan yang lebih besar Sebagai mendukung karier kreatif Untuk orang-orang Didalam latar Dibelakang yang kurang terwakili Untuk bidang Karyaseni dan Wacana Sebagai Menyusun sektor kreatif Ke seluruh negeri.
Salah satu museum nasional yang paling banyak dikunjungi adalah British Museum, museum publik nasional pertama Ke dunia yang didirikan Ke tahun 1753 Ke Bloomsbury, London. Sebagai institusi yang didedikasikan Sebagai sejarah, Karyaseni, dan Kebiasaan Global manusia, museum ini menyimpan koleksi luar biasa yang berjumlah Di delapan juta objek Didalam seluruh penjuru dunia. Seluruh koleksi tersebut mendokumentasikan narasi Kebiasaan Global manusia Sebelum masa prasejarah hingga era modern, menjadikannya salah satu gudang ilmu pengetahuan paling komprehensif Ke bumi.
Daya tarik utama museum ini terletak Ke artefak-artefak ikonik yang Memiliki nilai sejarah sangat tinggi, seperti Batu Rosetta yang menjadi Kunci pemecah hieroglif Mesir, patung-patung Parthenon Didalam Yunani Kuno, serta koleksi mumi Mesir yang sangat luas. Selain koleksinya, arsitektur bangunannya juga sangat mengagumkan, terutama area Great Court Ratu Elizabeth II yang merupakan ruang publik tertutup terbesar Ke Eropa Didalam atap kaca geometris yang sangat megah.
Sebelum awal didirikan berdasarkan warisan Sir Hans Sloane, British Museum tetap memegang teguh prinsip pencerahan Didalam Memberi akses masuk gratis Untuk seluruh Kelompok dunia. Hal ini dilakukan Sebagai mendukung misi utamanya sebagai tempat Studi dan pemahaman lintas Kebiasaan Global Untuk setiap orang yang ingin mempelajari jejak peradaban manusia Didalam berbagai benua.
(bnl/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Museum Nasional Inggris Kini Tak Lagi Gratis?











