loading…
Kepala Negara Donald Trump Hadir Di upacara penyambutan bersama Kepala Negara Tiongkok Xi Jinping Ke Aula Rakyat, Kamis, 14 Mei 2026, Ke Beijing. FOTO/AP
“China masih memperlambat proses Ke beberapa lisensi Produk Ekspor logam tanah jarang, Agar kami harus turun tangan Sebagai membantu perusahaan yang terdampak,” ujar Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer Di wawancara Bersama Bloomberg TV, Ke sela pertemuan dikutip Di US News, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Pertempuran Iran, Ini 3 Faktanya
Pertemuan yang berlangsung Ke 14–15 Mei itu menjadi kunjungan kenegaraan pertama Kepala Negara AS Hingga China Dari 2017. Meski media pemerintah China menyoroti suasana positif, perbedaan substansi terlihat Di hasil pernyataan resmi kedua pihak, terutama Yang Terkait Bersama Topik rantai pasok mineral strategis yang tidak banyak disinggung Dari Beijing.
Logam tanah jarang menjadi salah satu Topik utama menjelang pertemuan tersebut. Akan Tetapi, minimnya pembahasan publik Di pihak China dipandang sebagai sinyal bahwa Perundingan belum mencapai titik temu. Padahal, Barang Dagangan ini sangat penting Bagi industri Ilmu Pengetahuan tinggi, energi bersih, hingga Lini Di.
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), China menguasai Di 91% kapasitas pemurnian logam tanah jarang Internasional. Dominasi ini Merangsang Amerika Serikat mempercepat upaya diversifikasi rantai pasok Sebagai Mengurangi ketergantungan Di China.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Pertempuran Dagang Masih Membayangi











