Jakarta, CNN Indonesia —
Pameran kendaraan komersial GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026 resmi dibuka, Rabu (8/4).
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI Eko S. A. Cahyanto berharap pameran yang digelar Di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat ini dapat memperkuat kolaborasi dan menegaskan peran industri kendaraan niaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semoga pameran ini Lebih memperkuat kolaborasi yang produktif serta menegaskan peran industri kendaraan niaga Di negeri sebagai penopang utama sistem Ekspedisi nasional yang efisien dan tangguh,” kata Eko Di sambutannya, Rabu (8/4).
Menurut dia kinerja industri kendaraan komersial Tanah Air Di Merasakan tekanan. Produksi kendaraan Merasakan pelemahan dan tingkat utilisasi berada Di bawah ambang efisiensi industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan data Gaikindo, kinerja produksi kendaraan niaga nasional tahun 2023 Merasakan koreksi sebesar 3,5 persen, Di hampir 170 ribu unit Di tahun 2022 menjadi 164 ribu unit,” kata Eko.
“Kebugaran ini menyebabkan tingkat utilisasi industri kendaraan niaga kita turun menjadi 58 persen Di total kapasitas terpasang nasional, Agar berada Di bawah batas minimal efisiensi skala industri kendaraan bermotor,” tuturnya menambahkan.
Di dua tahun terakhir, kinerja industri ini telah dihadapkan Di tantangan ketidakseimbangan produksi domestik dan penjualan nasional.
Data Di Kementerian Perindustrian tahun 2024 Menunjukkan selisih Di penjualan dan produksi domestik sebesar 4.540 unit kendaraan, menandakan kebutuhan pasar domestik tidak terpenuhi Di produksi Di negeri.
Eko mengatakan perkembangan ini Menunjukkan kesenjangan pasokan domestik yang perlu segera direspons bersama Melewati penguatan struktur industri, peningkatan efisiensi produksi, serta optimalisasi kapasitas terpasang. Menurutnya hal tersebut agar industri kendaraan niaga nasional kembali menjadi pilar utama pemenuhan permintaan Di negeri.
Kemenperin juga menyoroti masalah truk Over Dimension dan Overloading (ODOL), praktik transaksi kendaraan tidak sesuai Syarat, dan peredaran truk Perdagangan Masuk Negeri tidak melewati proses homologasi, uji tipe, serta standar emisi berlaku Di Indonesia.
“Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi telah memenuhi Syarat keselamatan transportasi sekaligus mendukung daya saing industri Kendaraan Pribadi nasional,” tegas Eko.
Menurut Eko, diperlukan kerja sama lintas kementerian dan lembaga guna menertibkan praktik Pelanggar Di ini terjadi, termasuk transaksi kendaraan tidak sesuai Syarat berlaku.
“Karenanya, diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga Untuk menertibkan praktik tersebut, sekaligus memastikan tata kelola pembiayaan kendaraan niaga tetap sehat,” ujarnya.
Eko mengatakan Giicomvec 2026 hadir sebagai platform business to business yang mempertemukan pelaku industri, User, dan pemangku kepentingan Di satu ekosistem terintegrasi.
Kehadiran Di 14 merek kendaraan komersial dan lebih Di 35 industri pendukung mencerminkan kesiapan sektor ini Di menjawab kebutuhan Ekspedisi, transportasi, serta produk inovatif lainnya.
“Penghayatan penyelenggaraan Sebelumnya Itu Menunjukkan bahwa Giicomvec tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga berperan sebagai penggerak Karya industri dan ruang konsolidasi permintaan domestik. Melewati Keterlibatan lintas sektor, pameran ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan Di produksi, pembiayaan, dan Keputusan, Agar mampu Meningkatkan utilisasi industri serta memperkuat peranan kendaraan niaga Di mendukung Perkembangan perekonomian nasional,” tutupnya.
(iqb/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Giicomvec 2026 Resmi Dibuka, Dorong Penataan Kendaraan Niaga











