Jakarta –
Banyaknya Warga Negeri Indonesia (WNI) yang memilih berobat Hingga luar negeri kerap didasari Dari persepsi keterbatasan Ilmu Pengetahuan medis dan fasilitas Kesejaganan Di Untuk negeri. Akan Tetapi, Pemimpin Negara Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, menegaskan, Standar medis serta ketersediaan alat Kesejaganan (alkes) Di Indonesia Pada ini sudah sangat mumpuni dan tidak kalah bersaing Didalam standar Internasional.
David menjelaskan, pemanfaatan alkes canggih dan fokus Di sub-spesialisasi Ahli Kebugaran menjadi Kunci utama Untuk membangun kembali kepercayaan Kelompok Pada layanan Kesejaganan domestik.
Untuk menjawab kebutuhan medis spesifik, Siloam International Hospitals menerapkan pemetaan pusat Kepentingan (Center of Excellence) berdasarkan jenis Gangguan, seperti kanker, neurosurgery, hingga transplantasi organ.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang masalah kanker, sudah deh kalau menurut saya kita punya opsi yang baik Hingga MRCC Semanggi Lantaran memang fokusnya kanker. Kalau berbicara neuro dan neurosurgery, bedah otak, Di Siloam Lippo Village Karawaci kita sudah mampu dan outcome-nya luar biasa,” ungkap David Pada ditemui detikcom Di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Tak hanya itu, Didalam sisi Standar dan Prestasi tindakan medis, layanan transplantasi ginjal Di Indonesia terbukti Memperoleh tingkat Prestasi hidup yang melampaui standar dunia.
“Kidney transplant Di Siloam Asri itu outcome Didalam quality survival rate graph kita lebih tinggi Didalam world standard. Kita sudah melakukan 550 Peristiwa Pidana Hukum transplant, I think we are the most in Southeast Asia,” bebernya.
Pembuatan Kompetensi Ahli Kebugaran
David menambahkan, Pembuatan ilmu para Ahli Kebugaran spesialis dan sub-spesialis terus dipacu seiring Didalam penerapan value-based healthcare yang berbasis data terukur (measurable outcome).
Langkah ini diharapkan dapat membuka mata Kelompok bahwa Perawatan Medis berkualitas dunia kini sudah tersedia Di Tanah Air.
“Para Ahli Kebugaran ini harus terus-menerus Membuat ilmu mereka Lantaran kalau Gangguan-Gangguan yang sulit ini kan larinya Hingga sub-spesialisasi. Makanya kita Memperbaiki ini, kita keluarkan yang namanya value-based healthcare Didalam measurable outcome, Agar Kelompok bisa melihat datanya dan mereka melihat bahwa mereka bisa mulai percaya Didalam kemampuan Di Indonesia,” pungkas David.
(kna/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Indonesia Sudah Punya Alkes Canggih-Ahli Kebugaran Profesional, Tak Kalah Didalam Luar Negeri











