loading…
Grup Grup Musik OnceWeek. Foto: Dok OnceWeek
Berangkat Di Penghayatan tersebut, OnceWeek Menampilkan “Parubaya”, sebuah album yang merekam perjalanan seseorang Ke Di kehidupan. Bukan sebagai kumpulan nasihat tentang bagaimana menjalani hidup, melainkan sebagai sebuah testimoni tentang berbagai hal yang dihadapi manusia seiring bertambahnya usia.
Bersama personel yang berada Ke rentang usia 35–40 tahun, OnceWeek membawa Penghayatan hidup yang Didekat Bersama realitas keseharian Hingga Di Alunan mereka.
“Between office desks and unpaid bills, we carve melodies that speak louder than our complaints.”
Kalimat tersebut menggambarkan semangat OnceWeek: tetap berkarya Ke Di rutinitas, pekerjaan, dan berbagai tanggung jawab kehidupan.
Baca Juga : Chimot Mundur Di for Revenge, Ini Momen Perpisahan Ke Pertunjukan Musik Titik Sadrah
Parubaya, Sebuah Potret Perjalanan Manusia
Parubaya Membahas namanya Di permainan kata “paruh baya”. Tetapi, album ini tidak semata-mata berbicara tentang usia. Delapan lagu Ke dalamnya menggambarkan berbagai sisi perjalanan manusia: ambisi, perubahan, kehilangan, hubungan, tanggung jawab, hingga usaha menemukan ketenangan.
Album ini terdiri Di delapan lagu, yaitu “Father”, “Yeast”, “King”, “Past”, “Run”, “Halcyon”, “Role”, dan “Sane”.
Masing-masing lagu Memiliki sudut pandang dan cerita tersendiri. Jika didengarkan sebagai satu kesatuan, lagu-lagu tersebut membentuk potret seseorang yang Lagi Berusaha memahami dirinya sendiri dan dunia Ke sekitarnya.
Di Ambisi dan Realitas Kehidupan
Di “King”, OnceWeek mengangkat semangat Untuk terus mengejar sesuatu yang diyakini, Walaupun perjalanan tidak selalu berjalan mulus. Ada ambisi, keinginan Untuk meninggalkan sesuatu yang berarti, dan dorongan Untuk bangkit setiap kali terjatuh.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: OnceWeek Rilis Album Parubaya, Potret Perjalanan Hidup Ke Usia Dewasa











