loading…
Bank Indonesia (Lembagakeuanganpusat) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia Di Agustus 2026 mencapai USD459,3 miliar (setara Rp8.245 triliun Di kurs Rp17.955 per USD). Foto/Dok
“Perkembangan ini terutama dipengaruhi Dari peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun Bank Indonesia, Hingga Ditengah penurunan ULN swasta,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Lembagakeuanganpusat, Ramdan Denny Prakoso Untuk keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Denny, posisi ULN pemerintah Di Agustus 2026 tercatat sebesar USD220,9 miliar atau 3,3% (yoy). Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi Dari aliran masuk Di Surat Berharga Bangsa (SBN) yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan investor Di prospek perekonomian Indonesia.
“Pemerintah tetap berkomitmen Bagi menjaga kredibilitas Di memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel Bagi mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal,” ungkap Denny.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah, Kuartal II 2026 Tembus Rp8.062 Triliun
Sebagai salah satu komponen Untuk instrumen pembiayaan Biaya Pendapatan dan Belanja Bangsa (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan Bagi mendukung pembiayaan sektor produktif Di tetap memperhatikan aspek sustainabilitas pengelolaan ULN.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Terus Sentuh Rp8.245 Triliun per Agustus 2026











