Denpasar –
Gubernur Bali Wayan Koster Mengetahui kemacetan Ke Pulau Dewata tak bisa dibiarkan. Dia menilai Situasi itu berdampak signifikan Di kedatangan wisatawan.
Koster menyebut jika kemacetan Bali tidak tertangani Di waktu Didekat maka wisatawan makin enggan berkunjung. Dia pun menempatkan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama.
“Kalau masalah macet ini dibiarkan, Wisata Internasional Bali bisa merosot. Sebab itu saya prioritaskan pembangunan infrastruktur agar tuntas Ke periode kedua ini,” kata Koster Di Rabu (7/1/2026), dikutip Bersama detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Koster, infrastruktur menjadi prioritas Sebab Bali merupakan destinasi wisata utama dunia. Sektor Wisata Internasional memberi manfaat besar Untuk Lokasi.
“Wisata Internasional Bali berkontribusi 66% Di ekonomi Bali. Karena Itu sebagian besar kemajuan ekonomi dan Keadaan Komunitas Bali ditopang Dari Wisata Internasional,” ujar Koster.
Koster memaparkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara Ke Bali sepanjang 2025 hingga 31 Desember mencapai 7.050.000 orang. Angka tersebut merupakan yang tertinggi Di sejarah Wisata Internasional Bali.
“Sebelumnya COVID-19 itu 6,2 juta. Di 2025 sudah 7.050.000. Karena Itu kalau ada yang mengatakan Bali sepi, itu sekarang tiarap dia. Justru lonjakannya luar biasa,” kata Koster.
Tak cuma soal kunjungan turis Asing yang naik, Koster mengungkapkan pendapatan hotel dan restoran Ke seluruh kabupaten/kota Ke Bali juga Menyaksikan peningkatan. Tingkat hunian atau okupansi hotel pun cukup tinggi, berada Ke kisaran 75 hingga 85%.
Meski Memberi manfaat ekonomi besar, Koster menilai Wisata Internasional juga membawa dampak negatif yang harus segera ditangani. Dua persoalan utama yang disorot adalah kemacetan dan sampah.
“Dampak negatifnya yang pertama macet, yang kedua sampah. Ini harus diselesaikan. Macet ini tidak bisa diselesaikan secara buru-buru Sebab berkaitan Bersama infrastruktur jalan dan moda transportasi,” ujar Koster.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, terang Koster, telah menyusun Wacana prioritas pembangunan infrastruktur Di lima tahun Ke Didepan. Infrastruktur tersebut dirancang Untuk menghubungkan Bali utara, selatan, timur, barat, dan Bali Ditengah guna mengurai kemacetan.
Koster mengakui pemerintah Lokasi tidak mampu menyelesaikan persoalan kemacetan sendirian Sebab keterbatasan Dana. Ia pun telah melaporkan Situasi tersebut kepada Pejabat Tingginegara Pekerjaan Umum (PU).
“Wisatawan mancanegara yang berkunjung Ke Bali itu mencapai 45% Bersama total kunjungan wisatawan Asing Ke Indonesia. Bersama 13,9 juta wisatawan Asing Ke Indonesia, Disekitar 6,3 juta datang Ke Bali,” kata Koster.
Koster menghitung devisa wisatawan Asing yang dikontribusikan Bali mencapai Disekitar Rp170 triliun atau setara 53% Bersama total devisa Wisata Internasional nasional.
“Masalah macet ini harus diselesaikan. Lokasi tidak mampu Sebab tidak punya Dana cukup. Sebab itu saya berkeluh kesah kepada Pak Pejabat Tingginegara PU. Astungkara beliau sangat memahami dan mendukung penuh pembangunan infrastruktur Untuk mengatasi kemacetan Ke Bali,” ujar Koster.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Koster Akui Kemacetan Ganggu Wisata Internasional Bali











