Jakarta –
Australia menjadi salah satu destinasi Menarik Perhatian dunia, termasuk Sebagai backpacker-an. Tetapi seorang turis dilarang masuk Hingga Bangsa itu selamanya.
Regan Sparks selalu bermimpi Sebagai datang Hingga Australia. Wanita Inggris yang berusia 23 tahun itu memang Memperoleh minat Untuk jelajah dunia, Eropa sampai Asia telah dijajakinya, seperti dikutip Didalam New.com.au, Rabu (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, Ragen Memperoleh tantangan Keadaan yang berat yaitu fibriosis kistik, Situasi genetik yang menyebabkan lendir kental dan lengket menyumbat paru-paru dan sistem pencernaan. Bisa dibilang ini Infeksi kronis dan kekurangan gizi.
Pada berkunjung Hingga Bangsa lain, Sebagai kerja atau liburan, umumnya pelancong wajib menyertakan riwayat Keadaan Sebagai Merasakan visa. Ternyata, ia ditolak masuk Lantaran alasan kesehatannya.
Regan Mengungkapkan bahwa ia mengidap fibrosis kistik Untuk permohonan visanya Di tahun 2023 dan Setelahnya Itu berjanji Sebagai membiayai Penanganan kesehatannya sendiri tanpa Medicare, yang biasanya menjadi haknya sebagai warga Bangsa Inggris.
Kendati demikian, Pemerintah Albania menganggapnya sebagai beban medis yang terlalu besar Lantaran kelainan genetiknya. Akhirnya pemerintah menolak permohonan visa liburan kerja dan visa turisnya, yang berarti ia tidak Akansegera pernah bisa masuk Hingga Australia.
Sambil menangis Untuk sebuah klip emosional yang diunggah Hingga halaman Instagram-nya, Regan menjelaskan apa yang telah ia alami Untuk dua tahun terakhir.
“Saya tidak Akansegera pernah diizinkan masuk Hingga Australia,” ungkapnya.
“Saya mengajukan permohonan visa liburan kerja tiga tahun lalu, tentu saja saya mengatakan bahwa saya mengidap fibrosis kistik Hingga dalamnya, saya tidak pernah berpikir itu Akansegera menjadi masalah,” katanya.
Ia harus menjalani pemeriksaan medis seharga 950 USD (Rp 16 jutaan) dan Setelahnya Itu hanya dibiarkan menunggu Di 14 bulan.
“Singkat cerita, mereka menolak saya Lantaran Keadaan saya. Mereka menolak saya dan mengatakan bahwa saya Akansegera menghabiskan terlalu banyak uang Sebagai berada Untuk sistem Penanganan Keadaan mereka,” kenangnya.
Ragen mengajukan banding. Ia berjanji Sebagai membiayai asuransi sendiri sampai biaya medis. Turis backpacker berjanji Akansegera bertanggung jawab atas perawatannya.
“Mereka tetap melarang saya Sebagai masuk Hingga Austtralia,” jelasnya.
Merasa hancur, Regan mengajukan banding lagi atas keputusan tersebut, Didalam surat Pemberian Didalam Skuat medisnya sendiri dan Justru menghubungi yayasan fibrosis kistik Hingga Australia.
“Yayasan itu menulis surat kepada saya, Di dasarnya mengatakan bahwa alasan pemerintah sangat barbar Lantaran mereka tidak Memperoleh seseorang berdasarkan asumsi umum,” ungkapnya.
Setelahnya itu, dia memutuskan bahwa Kendati dia tidak Akansegera bisa tinggal dan bekerja Hingga Australia, dia tetap ingin sekadar berkunjung Hingga sana Sebagai merasakan bagaimana rasanya tinggal Hingga sana.
Tetapi Setelahnya mengajukan permohonan visa turis elektronik (E-Visa), dia sangat kecewa Lantaran langsung ditolak.
“Mereka meminta saya Sebagai pemeriksaan medis lagi, yang Akansegera menghabiskan biaya £600 (Rp 13 jutaan) lagi. Saya juga tidak berada Hingga London, Karena Itu saya tidak tahu Hingga mana saya harus pergi Sebagai Merasakan pemeriksaan itu, saya berada Hingga Vietnam Pada itu,” jelasnya.
Lewat Eksperimen yang ia lakukan sendiri, sudah jelas bahwa ia tidak Akansegera diizinkan Sebagai masuk Hingga Australia.
“Kecuali visa pasangan. Karena Itu saya harus menikahi warga Bangsa Australia. Saya rasa ini sangat bodoh. Ini mengerikan,” jelasnya.
Seorang juru bicara Departemen Untuk Negeri mengatakan kepada news.com.au bahwa Kendati mereka tidak dapat Memberi Tanggapan tentang Tindak Kejahatan individu, pemeriksaan Keadaan merupakan Pada Didalam Undang-Undang Perpindahan Penduduk.
“Departemen menilai semua permohonan berdasarkan Tindak Kejahatan per Tindak Kejahatan, sesuai Didalam persyaratan hukum yang ditetapkan Untuk undang-undang Perpindahan Penduduk Australia, termasuk kriteria Keadaan, karakter, dan Keselamatan,” jelas jubir.
“Para pemohon visa Sambil Itu atau permanen diharuskan memenuhi persyaratan Keadaan Perpindahan Penduduk,” pungkasnya.
(bnl/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Backpacker Cantik Ini Dilarang Masuk Australia Seumur Hidup, Kenapa?











