Mataram –
Gara-gara harga tiket pesawat yang naik kelewat mahal, banyak wisatawan membatalkan Ide liburan mereka Hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Wisata Internasional dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengakui adanya Trend Populer pembatalan liburan tersebut. Fluktuasi Harga tiket pesawat Ke dan Di Bandara Internasional Lombok ditengarai Karena Itu salah satu faktor penyebabnya.
Informasi itu dia peroleh Di sejumlah agen perjalanan, terutama Untuk wisatawan yang menggunakan jalur penerbangan Bersama transit Hingga Timur Di.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tarif penerbangan domestik Dari pemerintah pusat yang mencapai Di 13% Di April 2026 membuat harga tiket kian tidak bersahabat. Malahan, Untuk rute Jakarta-Lombok, harga tiket dilaporkan hampir menyentuh Rp 4 juta.
“Ya kami dapat informasi Di beberapa travel agent, sehubungan Bersama dinamika Politik Global ini ada beberapa yang suspendlah gitu kan, khususnya yang Lewat transit jalur Timur Di itu, seperti Dubai, Qatar,” ujar Aulia, Rabu (29/4).
Meski begitu, Aulia tidak mengetahui detail jumlah wisatawan yang membatalkan atau menunda liburan Hingga sejumlah destinasi NTB. Tetapi, Situasi ini tidak semata dipicu Dari Fluktuasi Harga tiket pesawat, tetapi juga faktor konektivitas penerbangan internasional yang terdampak situasi Dunia, terutama yang Lewat jalur udara Hingga Timur Di.
Aulia belum melihat dampak signifikan Pada angka kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Meski sejumlah destinasi diakuinya relatif sepi, hal itu Dikatakan lumrah terjadi, terlebih Di periode low season.
“Masih belum berdampaklah kalau Untuk Di ini kelihatan Sebab ini kan posisinya juga lagi low season ini sekarang,” jelas Aulia.
Pemerintah NTB, tutur Aulia, mencatat adanya Keputusan insentif Di pusat berupa penurunan Pph Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat Pada periode April hingga Juni 2026. Keputusan ini diharapkan mampu menekan harga tiket agar lebih terjangkau.
“Ya mudah-mudahanlah ya kita berharaplah tiket ini bisa lebih bersahabatlah Untuk para wisatawan Untuk Hingga sini,” tutur Aulia.
Hingga Di Situasi tersebut, pelaku Wisata Internasional Hingga NTB disebut masih mampu bertahan Bersama strategi masing-masing. Aulia juga menegaskan target kunjungan wisatawan Hingga NTB sebesar 2,5 juta orang Di 2026 tetap dipertahankan.
Aulia optimistis Gaya kunjungan Berencana Meresahkan Di memasuki high season Di beberapa bulan Hingga Di. Sebab, sejumlah event Wisata Internasional yang Berencana digelar juga diharapkan mampu menjadi penopang kunjungan wisatawan.
———
Artikel ini telah naik Hingga detikBali.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Harga Tiket Pesawat Naik, Banyak Turis Batal Liburan Hingga NTB











