Solo –
Menjelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro 2026 Di Keraton Surakarta Hadiningrat, tiga Untuk lima ekor kebo bule keturunan Kiai Slamet belum bisa mengikuti gladi Mahesa secara optimal. Di Pada Yang Sama, hanya dua ekor yang dapat mengikuti Pelatihan jalan menjelang prosesi Kebiasaan Dunia tahunan tersebut.
Serati atau pawang kebo bule, Heri Sulistyo, menjelaskan bahwa Untuk lima kerbau yang disiapkan Sebagai kirab, yakni Paing, Ponco, Wati, Mugi, dan Suro, terdapat beberapa yang Menunjukkan perilaku rewel Pada gladi. Kebugaran tersebut membuat tidak semua kerbau dapat dilibatkan Untuk Pelatihan.
“Kan kemarin Di gladi, yang mau jalan dua, yang tiganya Mutakhir rewel. Ada yang birahi lah, itu nggak mau jalan, Karena Itu nggak pas gladi,” ujar Heri Pada ditemui Di Markas kebo bule Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026), dilansir detikJateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menyebut bahwa pasangan Ponco (jantan) dan Mugi (betina) Untuk Merasakan masa birahi. Kebugaran itu membuat keduanya cenderung lebih agresif dan hanya ingin berada Didekat satu sama lain, Agar sulit Sebagai dikendalikan secara terpisah.
Meski demikian, Heri menegaskan bahwa tidak semua Untuk tiga kebo bule yang tidak optimal mengikuti gladi Untuk Kebugaran birahi. Ia menyebut hanya Ponco dan Mugi yang dipastikan Untuk Untuk masa tersebut, Sambil satu ekor lainnya hanya Menunjukkan perilaku rewel Pada Pelatihan.
Menurut Heri, masa birahi Di kebo bule merupakan siklus alami hewan yang biasanya berlangsung satu hingga dua hari. Tetapi, Kebugaran ini tetap menjadi perhatian Lantaran dapat membuat kerbau lebih agresif dan sulit diprediksi Di lapangan.
“Paling itu alami, bawaan Untuk hewannya sendiri. Paling sehari, dua hari kalau sudah nggak, ya sudah biasa lagi,” ujarnya.
Lantaran faktor Perlindungan, kebo bule yang Untuk birahi tidak dapat dipaksakan mengikuti kirab. Heri khawatir Kebugaran tersebut justru dapat membahayakan warga yang Merasakan jalannya prosesi.
“Nanti takutnya Di jalan itu lho, nabrak-nabrak, nyelakain orang. Kan itu ngejar terus pasangannya. Harus berdua, Karena Itu Hingga mana pun diikuti terus,” kata dia.
Hingga Pada ini, dia belum dapat memastikan berapa ekor kebo bule yang Akansegera ikut Untuk Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Keputusan akhir masih menunggu evaluasi Kebugaran hewan serta koordinasi Di pihak keraton.
Ia menambahkan bahwa Kebugaran Ponco dan Mugi sudah berlangsung Di tiga hari terakhir, menjelang pelaksanaan kirab.
“Sudah tiga harian ini ada. Menjelang kirab ini yang birahi satu pasang, jantan sama betina ini. Yang Ponco sama Mugi,” kata dia.
Sebelumnya Itu, lima kebo bule tersebut telah dilepas Untuk Markas Sebagai mengikuti gladi Mahesa sebagai Pada Untuk persiapan Hajad Dalem Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Pelatihan ini dilakukan Sebagai melatih pergerakan Sesudah lama berada Di Markas, Sesudah Itu dipersiapkan Sebagai kirab utama Di Selasa (16/6) malam.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Birahi Jelang Kirab 1 Suro, Tiga Kebo Bule Keraton Solo Berpotensi Sebagai Absen











