Ada kabar duka Di event BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang digelar Sabtu-Minggu (13-14/6/2026). Di banyak peserta yang tumbang Ke lintasan, salah seorang Ke antaranya meninggal dunia.
Spesialis Kedokteran Aktivitasfisik, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengingatkan, ungkapan “Listen to Your Body” merupakan anjuran yang wajib Bersama Sebab Itu pegangan para pelari. Kemampuan Untuk mendengarkan sinyal tubuh membuat pelari bisa benar-benar mengetahui apa yang dirasakan tubuhnya.
“Ketika Lagi berlari, itu penting banget Untuk listen to your body Lantaran kita mendengarkan parameter apa yang ada Di tubuh kita,” kata dr Andi, Selasa (16/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama adalah parameter nyeri. Pada ada nyeri, misalnya Ke kaki, lutut, atau dada, maka harus direspons. Kurangi Kecepatanakses berlari.
“Malahan kalau perlu kita stop terlebih dahulu, kita melakukan stretching, kita peregangan, kita cek heart rate kita, kita tarik napas, kita cek pernapasan kita,” katanya.
Lalu lihat heart rate, pernapasan, ataupun ada keluhan-keluhan seperti pusing, linglung, dan sebagainya. Hal itu sangat penting Untuk dinilai dan direspons. Sebab, kemungkinan Situasi tersebut adalah sinyal tubuh Pada cuaca.
“Malahan Sebelumnya berlari pun, Sebelumnya memutuskan berlari Pada bangun pagi, kita harus bertanya Ke tubuh kita, ‘Are you fit enough to take part or not?’ Apakah kita siap atau ready, benar-benar fit dan sehat Untuk Berlarilah hari ini?” kata dr Andi.
Seorang pelari harus mengetahui apakah tubuhnya benar-benar sehat 100 persen atau kurang sehat. Jika kurang sehat, maka pelari tersebut harus menyesuaikan target yang Berencana ditentukan.
“Ketika kita kurang sehat, kita harus benar-benar bisa memutuskan Untuk DNS (Did Not Start). Itu adalah suatu keputusan pemberani yang dimiliki Bersama pelari,” katanya.
Menurut dr Andi, DNS maupun DNF (Did Not Finish) bukanlah suatu keputusan yang tabu, melainkan bijak. Keputusan pemberani seorang pelari adalah ketika dia memprioritaskan Kesejajaran dibanding waktu tempuh Untuk finis dan lain sebagainya.
“Saya rasa itu yang penting Untuk dikampanyekan, bahwa kita berlari Untuk sehat. Yang namanya personal best (catatan waktu terbaik pribadi) itu bonus,” tutupnya.
Halaman 2 Di 2
(elk/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pelari Meninggal Ke JAKIM 2026, Praktisi Medis Ingatkan Tanda-tanda Sebaiknya DNF Pada Berlarilah











