Jakarta Memiliki ruang hijau Terbaru yang unik Untuk melarikan diri sejenak Bersama penatnya gedung bertingkat. Habitat Park SCBD hadir sebagai destinasi wisata edukatif Hingga jantung ibu kota yang dirancang Untuk menumbuhkan rasa cinta Komunitas Pada alam dan satwa liar.
Taman hewan modern ini dibagi menjadi tiga zona Kegiatan utama: Main Plaza, Botanical Garden, dan Animal Park. Setiap sudutnya dirancang apik Bersama memadukan keasrian aneka tanaman dan Komitmen satwa. Menampung Disekitar 100 ekor binatang Bersama 42 spesies, operasional taman ini didampingi Dari 17 ranger berpengalaman.
Antusiasme warga Jakarta pun sangat tinggi, terbukti Bersama kunjungan harian yang mencapai 400-500 orang, Malahan melonjak hingga 1.500 pengunjung Di akhir pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah fakta-fakta unik seputar satwa koleksi Habitat Park SCBD:
1. Binturong: Si Menggemaskan yang Wangi Popcorn
Musang bertubuh raksasa ini merupakan hewan nokturnal yang tinggal Hingga Tempattinggal pohon area Botanical Garden. Keunikan utama binturong adalah aroma tubuhnya yang manis mirip Bersama jagung brondong (popcorn). Kehadirannya Hingga sini juga dipastikan legal dan terpantau ketat Dari Negeri.
“Binturong hewan yang dilindungi tapi ada izin tangkarnya. Punya sertifikat per ekor Bersama BKSDA,” ujar Hanif (31), seorang Animal Curator Habitat Park SCBD kepada detikTravel Pada itu.
Setiap individu binturong Hingga sini ditanamkan sebuah chip khusus yang memuat nomor izin resmi Bersama pihak berwenang.
2. Otter: Mamalia Pintar Hingga Alam
Meski belakangan populer dijadikan peliharaan Lantaran tingkahnya yang jenaka, berang-berang (otter) sejatinya adalah karnivora dua alam (amfibi) yang membutuhkan Perawatan Medis ekstra rumit.
“Perawatannya repot dan bau, Lantaran mereka mamalia yang hidup Hingga dua alam,” kata Hanif.
Sebagai makhluk sosial yang cerdas, berang-berang tidak bisa hidup menyendiri. Hingga Habitat Park, Markas mereka dilengkapi kolam ikan hidup Untuk merangsang insting berburu alaminya, walau pakan utama pagi dan sore tetap disiapkan Dari perawat.
3. Kapibara: “Mas Bro” Paling Santai Sedunia
|
Habitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)
|
Habitat Park menjadi Tempattinggal Untuk tiga ekor kapibara. Satwa yang kerap dijuluki “Mas Bro” Dari netizen ini dinobatkan sebagai hewan pengerat terbesar sekaligus paling Damai Hingga dunia.
“Dia bisa bersahabat Bersama buaya, Lantaran tidak menganggap buaya itu musuhnya. Begitu pula Sebagai Alternatif,” terangnya.
Kapibara mahir menyelam hingga 5 menit dan Memiliki bulu kasar mirip ijuk. Uniknya, gigi mereka terus tumbuh setiap tahun. Maka Itu, mereka wajib mengikis giginya Di batang pohon agar tidak tumbuh terlalu panjang dan melukai diri sendiri.
4. Burung Unta: Pelari Cepat yang Agresif
Habitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom) |
Kawasan SCBD juga menjadi Tempattinggal Untuk sepasang burung unta muda berusia Hingga bawah satu tahun. Hewan diurnal (aktif siang hari) ini Memiliki keterbatasan penglihatan Hingga malam hari alias rabun ayam.
“Kekuatannya ada Hingga kaki, bisa berlari 70-80 km/jam,” cerita Hanif.
Meski bertubuh raksasa, ukuran otak burung yang tidak bisa terbang ini rupanya lebih kecil Bersama bola matanya sendiri. Karakteristiknya cenderung kurang cerdas dan agresif, Malahan suka menelan benda apa saja Hingga sekitarnya. Alhasil, kebersihan kandangnya harus dipantau steril setiap hari.
5. Red Fox: Rubah Cantik Berbulu Merah
Bergeser Hingga area Animal Park, pengunjung bisa mengagumi sepasang rubah merah (Red Fox) berbulu menyala. Lantaran habitat aslinya membutuhkan Kemakmuran cuaca tertentu, pihak pengelola memasang alat khusus Hingga kandangnya.
“Hingga sini kita kasih penghangat dan pendingin, Lantaran Hingga alam aslinya mereka butuh panas,” ucap Hanif.
Jika suhu Hingga Di Markas terlalu panas, bulu rubah menggemaskan ini Berencana Merasakan kerontokan.
6. Ruang Burung Hantu: Sang Pengendali Hama Alami
Habitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom) |
Taman ini menyediakan ruangan khusus yang menampung 13 ekor burung hantu Bersama 10 spesies lokal yang berbeda. Burung hantu dikenal sebagai predator Bersama kemampuan kamuflase tingkat tinggi sekaligus pembasmi hama (pest control) paling efektif Untuk ekosistem.
“Tiga hektar lahan itu bisa diawasi Dari sepasang burung hantu barn owl,” ungkap Lukman (31), ranger yang berjaga Hingga Markas burung hantu.
Hingga bawah pengawasan ranger, pengunjung diperbolehkan menyentuh burung hantu yang sudah jinak. Pada mereka merasa nyaman dan rileks, mereka Berencana mengangkat satu kakinya Untuk menghemat energi (saving energy). Jika mendengar mereka bersuara, itu hanyalah panggilan komunikasi biasa, bukan tanda Tekanan.
Lewat Komitmen ini, Lukman menyelipkan pesan Pembelajaran penting agar Komunitas tidak memelihara burung hantu Hingga Tempattinggal atau menggunakan racun tikus yang bisa meracuni rantai Konsumsi mereka.
“Biarkan mereka tetap Hingga alam jangan lakukan perbuatan liar. Jangan gunakan racun tikus Untuk membunuh hama, Lantaran mereka makan hama. Itu bisa membunuh mereka,” pungkasnya.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Nggak Nyangka! Ada Ular-Rusa Hingga Ditengah Kawasan SCBD“
(bnl/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta Memikat Hewan Lucu Hingga Habitat Park SCBD, Yuk Main Hingga Sana













