Cianjur –
Kawasan Gunung Gede dan gunung Pangrango terancam proyek pembangkit listrik tenaga geothermal atau panas bumi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun buka suara.
Gubernur Dedi mengaku bakal mengkaji lagi dan meminta studi akademik Yang Berhubungan Bersama proyek yang belakangan menuai gejolak Keluhan Masyarakat Di warga yang bermukim Ke kaki Gunung Gede-Pangrango.
“Itu kita kaji. Saya nanti Akansegera mencoba Untuk melihat secara mendalam. Bukan sudut pandang saya, tapi harus sudut pandang akademik. Karena Itu nanti saya minta akademik mengkaji,” kata dia, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Setelahnya ada studi akademik, maka permasalahan yang Akansegera terjadi lebih mudah Untuk dianalisis. Justru Yang Berhubungan Bersama geothermal pun cenderung mudah dilakukan kajian lantaran sudah berjalan Ke beberapa Lokasi, salah satunya Garut.
“Apa sih problem yang Akansegera terjadi dan Lalu kan studinya gampang,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Kelompok Ke kawasan kaki Gunung Gede terus melakukan penolakan Di proyek geothermal. Justru warga sempat beberapa kali mengusir alat berat yang Berusaha naik Untuk membuka jalan Ke proyek tersebut.
Koordinator warga, Aryo Prima, mengatakan warga Akansegera terus melakukan Aksi Massa penghadangan dan pengusiran alat berat Di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango.
“Kendati kami geram terus-terusan diakali alat berat supaya naik, tetapi warga tidak Akansegera sampai berbuat lebih jauh. Kami sebatas Akansegera mengusir saja alat beratnya. Kalau datang lagi ya diusir lagi,” tegasnya.
——–
Artikel ini telah naik Ke detikJabar.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gunung Gede-Pangrango Terancam Proyek Geothermal, Dedi Mulyadi Bakal Kaji











