Jakarta –
Setiap tahun, diperkirakan terdapat lebih Bersama 36.000 Peristiwa Pidana Terbaru kanker serviks yang terdeteksi Hingga Indonesia. Ironisnya, Di 70 persen Bersama Peristiwa Pidana tersebut Terbaru diketahui Di stadium lanjut, Agar Meningkatkan risiko kematian secara signifikan.
Rendahnya angka deteksi dini menjadi salah satu penyebab utama tingginya kematian akibat kanker serviks.
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan sel yang terjadi Di serviks. Kanker serviks berasal Bersama mukosa Hingga permukaan serviks yang tumbuh secara lokal dan dapat menyebar Hingga uterus, jaringan paraservikal dan organ panggul.
Situasi Tubuh Di Terkena Kanker Serviks Stadium Lanjut
Kanker serviks sering disebut sebagai silent killer Untuk perempuan. Bukan tanpa alasan, Gangguan ini cenderung tidak Menunjukkan Tanda-Tanda Di tahap awal, Agar banyak pengidap yang Terbaru menyadarinya Di kanker sudah memasuki stadium lanjut.
Spesialis obstetri dan ginekologi Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, jika kanker serviks sudah memasuki tahap stadium lanjut atau stadium 4, terdapat sejumlah Tanda-Tanda yang bisa dialami pengidapnya. Salah satunya keputihan tak normal.
“Nah sekarang, keputihan itu ada yang bening. Tapi kalau keputihannya itu sudah berwarna, berwarna putih, berwarna kuning, apalagi sampai berbau. Putih, kuning, ada mikroorganisme atau kuman lain. Kita obati sesuai Bersama penyebabnya, kan? ” ucapnya Di ditemui Hingga Peristiwa konferensi pers Yang Terkait Bersama Rekeomendasi POGI Untuk Imunisasi HPV Untuk Perempuan Pranikah dan Pasca Melahirkan, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2026).
“Nah yang parah itu kalau sudah berbau, merah, itu berarti apa? Udah kanker,” ucapnya lagi.
Selain keputihan, Tanda-Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perdarahan Di berhubungan intim. Menurut Prof Yudi, jika disertai Bersama nyeri Di berhubungan, hal ini bisa menjadi tanda bahwa kanker sudah menyebar keluar Bersama area mulut rahim.
Di stadium lanjut, kanker serviks Justru bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti keluarnya feses Bersama vagina atau kebocoran saluran kencing. Prof Yudi mengatakan, hal Ini menandakan kanker sudah menembus dinding Di rahim dan saluran pencernaan atau saluran kemih.
“Tambah lagi kalau (kanker) Hingga Di (kena) saluran kencing, bocor, ngompol terus. Itu sudah stadium 4A dan 4B,” ucapnya lagi.
Penyebab Kanker Serviks
Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab tersering terjadinya kanker serviks Di wanita yang ditularkan Melewati kontak seksual. Terdapat 15 tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan yang paling umum menjadi penyebab Peristiwa Pidana kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18.
HPV ditularkan Melewati hubungan seksual Bersama orang yang terinfeksi. Jika Penyakit Menyebar HPV tidak diatasi, sel-sel abnormal Di leher rahim dapat berkembang menjadi kanker seiring berjalannya waktu.
Penularan Mikroba HPV bisa disebabkan akibat Dari berganti- ganti pasangan seksual, ibu hamil yang sudah terdiagnosis kanker serviks menularkan kepada bayinya, serta sering bertukar celana Untuk.
Adapun faktor risiko kanker serviks Di lain:
1. Merokok
Kebiasaan merokok dapat Meningkatkan risiko kanker serviks. Di perempuan yang terinfeksi HPV, merokok membuat Penyakit Menyebar cenderung bertahan lebih lama dan lebih sulit hilang. Padahal, sebagian besar Peristiwa Pidana kanker serviks disebabkan Dari Penyakit Menyebar HPV.
2. Memiliki banyak pasangan seksual
Risiko terinfeksi HPV Menimbulkan Kekhawatiran Di seseorang yang Memiliki banyak pasangan seksual atau Memiliki pasangan yang juga berganti-ganti pasangan seksual. Situasi ini Di akhirnya dapat Meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.
3. Memulai Kegiatan seksual Di usia dini
Melakukan hubungan seksual Di usia yang lebih muda dapat Meningkatkan risiko terpapar HPV, Agar risiko kanker serviks juga menjadi lebih tinggi.
Memiliki Penyakit Menyebar menular seksual (IMS), seperti herpes, klamidia, gonore, sifilis, atau HIV-AIDS, dapat Meningkatkan risiko Penyakit Menyebar HPV yang berujung Di kanker serviks.
5. Sistem kekebalan tubuh lemah
Orang Bersama sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat Gangguan tertentu atau Situasi medis lainnya, lebih rentan Merasakan Penyakit Menyebar HPV yang menetap. Hal ini dapat Meningkatkan risiko berkembangnya kanker serviks.
6. Terpapar Terapi pencegah keguguran Hingga Untuk kandungan
Risiko kanker serviks juga dapat Menimbulkan Kekhawatiran Di perempuan yang Di masih Untuk kandungan ibunya mengonsumsi diethylstilbestrol (DES), Terapi yang dahulu digunakan Untuk mencegah keguguran Di Di tahun 1950-an. Paparan DES dikaitkan Bersama peningkatan risiko jenis kanker serviks yang disebut clear cell adenocarcinoma.
Pemeriksaan Kanker Serviks
Hingga Di itu, Prof Yudi menekankan Gangguan ini tak perlu ditakuti, Akan Tetapi tetap diwaspadai. Pemeriksaan rutin merupakan langkah penting Untuk mencegah kanker serviks Sebelum dini.
“Malah saya katakan, kanker serviks tidak perlu ditakuti tapi harus diwaspadai. Lantaran itu masih bisa kita berantas Bersama baik,” tegasnya.
Adapun pemeriksaan kanker serviks, seperti:
1. Pemeriksaan Pap Smear
Deteksi kanker serviks Bersama cara Membahas sampel sel Bersama leher rahim Hingga ujung vagina Untuk mengetahui ada tidaknya tanda-tanda kanker tahap awal.
2. Tes HPV
Tujuannya Untuk mendeteksi ada tidaknya Mikroba HPV (Human Papillomavirus) Di leher rahim. Analisa bisa dilakukan Bersama menggunakan sampel yang sama Bersama tes Pap atau Membahas sampel kedua.
3. Biopsi
Jika Di deteksi awal kanker serviks ditemukan tanda-tanda mencurigakan, Praktisi Medis bisa melanjutkan pengambilan sampel kecil jaringan Untuk diperiksa Lebih Jelas Hingga laboratorium.
4. Skrining Bersama IVA
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Bersama Asam Asetat) merupakan pemeriksaan Bersama cara mengoleskan langsung asam asetat atau cuka dapur encer Di leher rahim. Bercak putih Akansegera terlihat Sesudah 1 menit jika ada sel-sel kanker Di leher rahim.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kata Praktisi Medis Kandungan soal Situasi Tubuh Di Kanker Serviks Memasuki Stadium Lanjut











