Wisata  

Mitos Makam Ki Angkong Ke Magelang, Harus Lempar Uang Supaya Selamat

Magelang

Ke pinggir Jalan Magelang-Purworejo, ada satu makam yang Menarik Perhatian perhatian. Pengendara kerap melempar uang supaya Merasakan keselamatan.

Orang-orang Disekitar menyebutnya makam Ki Angkong. Mitosnya, siapa yang melempar uang ketika melintas Berencana selamat Di perjalanan

“Itu enggak ada makam Ki Angkong. Karena Itu Ki Angkong tuh cuma sebutan tempat makam saja. Yang dimakamkan Ke bawah itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak,” kata salah satu warga, Miswati (62).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makam ini berada Ke sisi kanan jika Didalam arah Magelang Di Purworejo. Lokasi makam ini persis berada Ke Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Terlihat juga ada uang koin yang kemungkinan dibuang Didalam User jalan yang melintas.

Uniknya, Ke nisan tersebut tidak tertulis nama Kiai Basiron maupun Kiai Ahwak, melainkan tertulis Mbah Salim, wafat tahun 1960. Sesudah Itu, nisan ini terlihat masih Terbaru.

Meski demikian, lokasi makam ini memang dikenal Didalam sebutan Ki Angkong. Sesudah Itu muncul kepercayaan Didalam memberi atau membuang uang Ke sana, maka Berencana selamat Ke perjalanan.

Miswati yang tiap sore hingga malam hari berjualan nasi goreng Ke Di makam mengatakan Kiai Basiron dan Kiai Ahwak memang dimakamkan Ke sana Dari lama dan lokasinya Ke bawah pohon beringin, Tetapi kini tidak terlihat Ke pinggir jalan Lantaran longsor. Sedangkan sosok Mbah Salim yang namanya tertulis Ke nisan yang nampak itu merupakan warga asal Manado.

“Yang Ke bawah pohon beringin ada dua makam yang pokoknya makamnya tuh enggak pernah tumbuh rumput. Karena Itu selalu bersih. Itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak. Yang itu Pak Salim, sebetulnya orang Manado yang meninggal terus dikubur Ke sini,” jelas Miswati.

“Keluarganya sudah enggak ada, Karena Itu yang merawat ya orang sini. Nisannya Terbaru. Kan kemarin itu ada truk itu yang mundur terus (mengenai makam), Karena Itu habis. Terus sudah diperbaiki. Tapi, terus ada orang baik lewat melihat makam, terus dia itu Hingga sini ngasih nisan (warga diminta membangun). Karena Itu biayanya dia semua. Itu katanya orang Cilacap,” imbuhnya.

Mitos Memberi Uang Supaya Selamat

Miswati menambahkan, orang yang melintas sudah Didalam dulu Memberi sedekah uang. Justru ada yang Memberi satu kantong plastik berisi uang.

“Karena Itu sedekah Bisa Jadi biar diberikan keselamatan atau gimana. Penting dia sedekah Ke sini. Nggak mesti (jumlah nominal uangnya), kadang-kadang ada banyak. Kadang Rp 10 ribu, pernah Kendaraan Angkutan Umum ziarah itu sering (satu kantong plastik) Rp 100 lebih (dilempar),” ujar dia.

“Malam ada yang jaga. Kan gini (siang yang ambil uang siapa saja) yang lewat boleh ambil, malam pun siapapun yang ambil boleh. Cuman, kalau malam itu ada yang jaga (dua orang) jam 10 malam sampai pagi,” kata dia.

Ke Pada Yang Sama, Kepala Dusun Tlogosari Zarkoni (60) mengatakan sesepuh yang dimakamkan Ke kawasan tersebut adalah pertama Wali Awak dan Wali Ahmad.

“Itu meninggalnya zaman Belanda. Dan kebetulan sugesti Kelompok sampai Pada ini masih percaya kalau bersedekah Ke situ diberi keselamatan. Tapi, kalau lupa, kadang ada apa istilahnya, Bisa Jadi kecelakaan atau apa itu,” kata Zarkoni.

“Ngasih uang. Buang, ngelempar. Dan Alhamdulillah itu juga membantu Kelompok Ke lingkungan yang punya anak sekolah. Tapi, Insyaallah itu halal Lantaran tidak meminta. Istilahnya ngambil buangan Didalam orang lewat, sedekahnya yang lewat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan sosok Salim yang berada Ke makam tersebut berasal Didalam Manado. Yang mana dulunya bekerja Ke Margoyoso sebagai penarik karcis.

“Om Lim (Salim) itu orang Manado Ke Margoyoso tukang karcis Ke pasar sini. Terus meninggal Ke situ, makanya termasuk terkenalnya Om Lim, Om Salim itu. Tapi Islam itu,” kata dia.

“Tapi, yang paling sepuh itu Wali Awak sama Wali Ahmad. Tapi, Sebagai Wali Ahmad tuh makamnya belum terdeteksi Lantaran longsor dulu. Kemarin yang Om Lim itu ada donatur Didalam Cilacap tahun 2025,” kata dia.

Menurutnya, kepercayaan melempar uang Ke sana Untuk keselamatan muncul Lantaran memang dulu sering ada kecelakaan. Dia menyebut kini kecelakaan berkurang, Tetapi hal itu menurut Zarkoni juga Lantaran jalan yang sudah bagus.

“Kalau zaman dulu-dulu tuh sering sekali (kecelakaan). Hampir tiap seminggu sekali pasti ada. Tapi, sugestinya memberi sedekah itu Didalam cara melempar uang Ke situ, diberi keselamatan,” bebernya.

Makam yang berada Ke pinggir Jalan Magelang-Purworejo tepatnya Ke Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Kamis (10/9/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

“Ya, jarang (sekarang). Lantaran sudah Bisa Jadi ya jalannya sudah bagus, ada apa penerangan juga itu,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana mengatakan, makam Ki Angkong tersebut sudah ada Dari zaman dahulu kala. Dia menyebut ada juga mitus jika tidak melempar uang maka jalan Berencana bercabang.

“Itu merupakan sesepuh yang ada Ke Daerah Margoyoso dan sekitarnya. Agar meninggal dimakamkan Ke situ. Konon berdasarkan penelusuran cerita warga mitosnya ketika tidak membuang atau melempar recehan atau uang Ke situ jalan menjadi bercabang,” ujar Adi.

“Sekali lagi ini mitos versi warga. Tetapi, apapun itu poinnya adalah doa Sebagai keselamatan ketika perjalanan menjadi hal yang utama. Ketika ada sebagian rezeki Syukur-syukur bisa dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Adi mengatakan, Didalam dulu lokasi makam memang berada Ke pinggir jalan yang Dikatakan angker Didalam Kelompok umum. Sedangkan warga Disekitar menjaga makam itu Didalam menjalankan Kearifan Lokal nyadran.

“Tetapi, Sebagai lingkungan itu Di ini juga melaksanakan nguri-uri Kebiasaan Dunia yaitu bersih makam keliling. Itu dilaksanakan setahun dua kali Didalam Kelompok Pada nyadran. Agar apapun ada cerita, mitos dan sebagainya sisi lain desa tetap nguri-uri membersihkan makam secara rutin bersama Kelompok,” pungkasnya.

———

Artikel ini telah naik Ke detikJateng.

Halaman 2 Didalam 2

Simak Video “Video Polisi Bongkar Makam Murid SD Diduga Korban Bullying Ke Padang
(wsw/wsw)






Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mitos Makam Ki Angkong Ke Magelang, Harus Lempar Uang Supaya Selamat