Memilih Di telur ceplok atau telur dadar sering kali menjadi perdebatan, terutama Untuk mereka yang Untuk berjuang menjalankan pola makan sehat atau Pola Makan penurunan berat badan. Tetapi, apakah keduanya benar-benar berbeda Untuk segi Gizi?
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa Ke dasarnya telur ceplok dan telur dadar Memiliki kandungan gizi yang hampir serupa. Perbedaan besar Ke Di keduanya bukan terletak Ke telurnya, melainkan Ke takaran Energi dan bahan komplementer yang ikut digoreng bersama.
“Secara Keseluruhan tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti Di telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung Untuk jumlah Energi yang digunakan Sebagai memasak,” ungkap Dr Karina dikutip Untuk laman IPB University, Sabtu (18/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Telur Dadar Cenderung Lebih Tinggi Kalori?
Dr Karina menambahkan, telur dadar secara alami Memiliki potensi mengikat kalori dan lemak yang jauh lebih tinggi. Tekstur telur dadar yang dikocok membuatnya bertindak seperti spons yang cenderung menyerap lebih banyak Energi Ke wajan dibandingkan telur ceplok.
Lebih Dar Iitu, kebiasaan Komunitas yang gemar menambahkan bahan penunjang Hingga Untuk adonan telur dadar seperti keju, tepung, sosis, kornet, hingga daging cincang, otomatis ikut melambungkan nilai energi dan kalori total Ke hidangan tersebut.
Ke sisi lain, Dr Karina juga mematahkan ketakutan Komunitas yang sering membuang kuning telur Sebab takut kolesterol. Ia menjelaskan bahwa kuning telur justru merupakan Tempattinggal Untuk berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Kajian-Kajian medis terbaru telah membuktikan bahwa konsumsi telur utuh tidak terbukti Meningkatkan risiko Gangguan jantung. Faktanya, lonjakan kolesterol jahat Ke Untuk darah justru lebih dipicu Bersama konsumsi Konsumsi tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang digoreng bersamaan atau dimakan sebagai pendamping telur (seperti gorengan atau junk food).
Untuk yang Untuk memangkas kalori atau menjaga berat badan, metode memasak tanpa Energi seperti direbus (boiled egg), dikukus, atau dibuat poached egg adalah opsi terbaik.
Tetapi, jika tetap merindukan gurihnya telur goreng, Dr Karina menegaskan telur ceplok maupun telur dadar tetap sah-sah saja dikonsumsi Di Pola Makan. Kuncinya adalah menyiasati minyaknya, misalnya Bersama beralih Hingga wajan anti-lengket bermutu tinggi (teflon) atau menggunakan Energi semprot (cooking spray) Sebagai menekan penggunaan lemak trans.
Halaman 2 Untuk 2
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Telur Ceplok VS Telur Dadar, Mana yang Tinggi Gizi? Ini Kata Pakar Gizi IPB











