Aktor Atau Aktris Aurelie Moeremans Mutakhir-Mutakhir ini mengejutkan publik Melewati Bacaan terbarunya berjudul ‘Broken Strings’. Di Bacaan tersebut, ia menceritakan Pengalaman Hidup pahitnya menjadi korban grooming Di Mutakhir berusia 15 tahun.
Istilah grooming Mungkin Saja terdengar Foreign Untuk sebagian orang, Tetapi dampaknya sangat fatal Lantaran melibatkan relasi kuasa yang tidak seimbang Di orang dewasa dan anak-anak. Psikolog klinis, Arnold Lukito, menjelaskan bahwa batasan utama Di grooming adalah adanya hubungan romantik yang melibatkan anak Hingga bawah 18 tahun.
Arnold menambahkan bahwa proses ini tidak terjadi secara instan, melainkan Melewati tahapan sistematis Untuk menjerat korban lewat Keterlibatan yang intens.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena Itu berarti usia dewasa yang punya hubungan romantik Di usia anak. Karena Itu proses grooming ini kita spesifik mengacu kalau ada sebuah periode waktu Hingga mana ada Keterlibatan, ini bisa orang yang dikenal, bisa orang yang tidak dikenal,” kata Arnold kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Tahapan ini biasanya dimulai Di proses manipulasi yang tampak manis, seperti Memberi hadiah atau sekadar mengajak Berjalan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pelaku mulai menanamkan kontrol yang lebih kuat Di korban.
“Lalu ada proses manipulasi misalnya Di Memberi hadiah atau ajak Berjalan seperti itu, lama-lama kan mulai ada kontrol. Mulai pegang-pegang Pada tertentu, mulai ada kontak fisik yang tidak senonoh,” paparnya.
Mengapa Trauma Mutakhir Muncul Di Dewasa?
Mengapa para korban, termasuk Aurelie, sering kali Mutakhir Mengetahui atau merasakan dampak traumanya Di sudah dewasa. Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa child grooming adalah upaya orang dewasa Untuk Memperoleh keuntungan, baik kepuasan seksual maupun emosional, Melewati tipu muslihat dan bujuk rayu.
Di Di kejadian, anak-anak sering kali Merasakan kebingungan Lantaran belum mampu memproses situasi tersebut secara logika orang dewasa.
“Anak dapat Merasakan kebingungan, hingga trauma yang Mungkin Saja Mutakhir mulai muncul ketika sudah dewasa. Dia Mengetahui memorinya masih ada, tapi Lantaran dia masih anak-anak, dia masih abstrak sensasi emosi yang dirasakan,” ungkap Sari.
Seiring bertambahnya usia, kapasitas otak dan pemahaman seseorang Di nilai-nilai sosial serta batasan diri Lebihterus berkembang. Memori masa lalu yang dulunya Dikatakan ‘biasa’ atau ‘abstrak”‘ Lalu ditafsirkan ulang Di Kacamata dewasa, yang akhirnya memicu guncangan emosional yang hebat.
“Tapi begitu Lebihterus dewasa, muncul pemahaman Mutakhir Di berbagai memori Hingga masa lalunya, dikhawatirkan reaksi emosi yang sangat luar biasa besar, yang berpengaruh Di Kesejaganan mental dia berikutnya,” pungkas Sari.
Halaman 2 Di 2
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral Kisah Aurelie Moeremans, Mengapa Trauma Grooming Mutakhir Terasa Di Dewasa?











