Lebih Bersama 90 Persen Orang Tak Sadar Kena Sakit Ginjal, Waspadai Tanda Ini

Jakarta –

Gangguan ginjal kronis kini makin menjadi ancaman serius Bagi Kesejajaran Komunitas. Banyak orang yang tidak Mengetahui telah mengidap Gangguan tersebut lantaran gejalanya yang berkembang sangat senyap (silent).

Justru, lebih Bersama 90 persen Tindak Kejahatan Terbaru terdeteksi Di kerusakan ginjal sudah terjadi bertahun-tahun.

Pakar Kesejajaran mengingatkan pentingnya memperhatikan perubahan kecil Ke tubuh Di buang air kecil. Salah satu tanda sepele yang sering diabaikan adalah munculnya busa Ke urine yang tak kunjung hilang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Kencing Berbusa Sering Dikaitkan Bersama Ginjal?



Secara alami, ginjal bertugas menyaring darah, membuang limbah dan kelebihan air, serta menahan Gizi penting seperti protein agar tetap berada Ke Di tubuh. Tetapi, Di struktur penyaring ginjal Merasakan kerusakan, protein dapat bocor dan terbuang bersama urine.

Kemakmuran ini secara medis dikenal sebagai proteinuria. Direktur Kidney Transplant Access Langkah Ke Northwell Transplant Institute (AS), dr Akshta Pai, menjelaskan bahwa busa urine akibat masalah ginjal Memiliki karakteristik yang khas.

“Busa Ke urine yang berkaitan Bersama Gangguan ginjal biasanya terdiri Bersama gelembung-gelembung kecil yang menggumpal membentuk lapisan Ke permukaan, mirip busa sabun atau busa bir yang Terbaru dituangkan,” ungkap dr Pai, dikutip Bersama laman Vietnam VN.

“Busa ini cenderung bertahan lama dan tidak cepat hilang,” sambungnya.

Meski begitu, kencing berbusa tak selalu menandakan Gangguan fatal. Kemakmuran ini juga bisa terjadi akibat aliran kencing yang terlalu deras atau volume urine yang Di banyak.

Akan Tetapi, jika busa terus berulang dan bertahan lama, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Pemicu Utama Kebocoran Protein Ke Ginjal

Kerusakan ginjal yang memicu kebocoran protein umumnya disebabkan Dari Gangguan kronis mendasar, terutama:

  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Gangguan Autoimun seperti lupus (systemic lupus erythematosus)
  • Nefropati IgA (peradangan Ke penyaring ginjal)

Selain urine berbusa, Tanda lain yang sering menyertai kerusakan ginjal adalah pembengkakan (edema) Ke area kaki dan pergelangan kaki akibat penumpukan cairan yang gagal dikeluarkan Dari ginjal.

Kapan Harus Periksa Hingga Praktisi Medis?

dr Pai menyarankan agar Komunitas tidak menunggu sampai muncul Tanda berat seperti badan membengkak atau kelelahan ekstrem Sebelumnya memeriksakan diri.

Jika urine sering berbusa, Praktisi Medis biasanya Akansegera menyarankan beberapa langkah tes awal:

  • Tes urine: Bagi mendeteksi adanya kebocoran protein (rasio albumin/kreatinin).
  • Tes darah (kreatinin): Bagi menilai laju filtrasi glomerulus (eGFR) atau kemampuan ginjal menyaring limbah.

Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah harian berikut dapat membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal:

  1. Batasi konsumsi garam, Hidangan olahan (processed food), dan hidangan tinggi natrium.
  2. Minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan tubuh.
  3. Hindari penggunaan Nutrisi Tambahan berlebihan atau konsumsi Perawatan pereda nyeri (painkiller) jangka panjang tanpa resep Praktisi Medis.
  4. Lakukan screening fungsi ginjal secara berkala, terutama Bagi pemilik riwayat diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga Bersama Gangguan ginjal.

Saksikan Live DetikSore:

Halaman 2 Bersama 2

Simak Video “Video Haru, Pria Ini Rela Donorkan Ginjal Bagi Sahabat yang Sakit Kronis“
(sao/naf)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Lebih Bersama 90 Persen Orang Tak Sadar Kena Sakit Ginjal, Waspadai Tanda Ini