loading…
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal. Foto: BPMI
Hasan Sahal menegaskan dirinya tidak boleh Memperoleh pola hidup yang jauh berbeda Bersama para santri, mulai Untuk Minuman, Busana, kendaraan hingga tempat tinggal. “Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Pemimpin Negara. Boleh disaksikan kalau makan saya, Busana saya, kendaraan saya, Rumah saya, apalagi melebihi Minuman santri, Busana santri, kereta kendaraan santri, Rumah santri. Ketidak Setujuan boleh,” kata Hasan Sahal.
Baca juga: Usap Air Mata, Prabowo Teringat Penderitaan Warga Palestina
Dia Justru mempersilakan para santri mengkritik atau melakukan Unjuk Rasa apabila dirinya hidup lebih mewah dibandingkan mereka. “Saya ulangi, kalau apa yang saya makan, apa yang saya pakai, apa yang saya tempati, apa yang saya kerjakan lebih daripada santri, boleh diprotes, boleh Dilindungi, boleh Ke Unjuk Rasa. Inilah Gontor, inilah Gontor,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Sahal Ke hadapan Pemimpin Negara Prabowo yang hadir Untuk peringatan 100 tahun Gontor. Hasan Sahal mengatakan prinsip tersebut menjadi Pada Untuk nilai yang dijalankan Ke Gontor.
Dia juga mengingatkan bahwa para pendiri Gontor telah mewakafkan pondok tersebut Bersama penuh keikhlasan. “Usikum wa’iyaya. Bersama inilah maka para pendiri telah mewakafkan ini. Bersama ikhlas, Bersama ikhlas,” tuturnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pemimpin Gontor Persilakan Santri Ketidak Setujuan jika Gaya Hidupnya Melebihi Mereka











