Jakarta –
Sebuah daycare atau tempat penitipan anak Ke Umbulharjo, Kota Jogja, diduga melakukan tindak Tindak Kekerasan Di anak. Polisi melakukan penggrebekan dan menemukan anak-anak yang diperlakukan Bersama tidak baik.
Kejadian ini dapat memicu rasa trauma Di anak. Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, mengimbau agar orang tua Sebagai jangan memaksa anak melupakan hal-hal yang terjadi dan memicu trauma.
“Banyak orang dewasa berkata ‘sudah ya, jangan diingat lagi’. Padahal otak anak belum selesai memproses rasa takutnya,” ucapnya Di dihubungi detikcom, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, hal yang harus dilakukan orang tua Sebagai mengatasi rasa trauma adalah Bersama Menampilkan kembali rasa aman. Kehadiran orang tua yang Damai dan penuh kehangatan jauh lebih penting daripada nasihat panjang.
Ke Samping Itu, orang tua harus membantu Sebagai memvalidasi emosi yang dirasakan anak. Hal ini dapat membuat anak merasa lebih aman.
“Perlu juga observasi perubahan perilaku. Kadang anak belum bisa bercerita, tetapi tubuh dan perilakunya sudah ‘berbicara’,” kata dr Lahargo.
“Hindari juga interogasi anak berlebihan. Jangan terus-menerus menanyai detail kejadian Sebab bisa memperberat distress. Bila Tanda menetap, konsultasikan,” tambah dia.
dr Lahargo juga mengingatkan Sebagai mengenali Tanda-Tanda trauma anak yang Lebihterus berat. Mulai Bersama anak yang terus merasa takut, sulit tidur, tantrum berat, atau perubahan perilaku berlangsung lebih Bersama beberapa minggu.
Ia mengatakan hal ini memerlukan evaluasi Dari psikolog anak atau psikiater anak dan remaja. Sebab, Perawatan trauma Di anak bukan soal membuat anak lupa, tetapi membantu anak merasa aman kembali.
“Trauma Di anak sering tidak menangis keras, ia hadir diam-diam, lewat takut yang berlebihan, tidur yang gelisah, dan senyum yang perlahan hilang,” tuturnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Peristiwa Pidana Hukum Daycare Ke Jogja Bisa Picu Anak Trauma, Ahli Kebugaran Jiwa Bagikan Cara Mengatasinya











