loading…
Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Foto/SindoNews
Ketua PWNU Jawa Di Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyampaikan bahwa kehadiran para ketua PWNU itu Pada Di konsolidasi pimpinan Daerah Di merespons dinamika internal organisasi. Gus Rozin menambahkan ada keprihatinan mendalam bahwa pasca kesepakatan islah belum ada progres yang berarti Sebagai memecahkan kebuntuan komunikasi Di elite PBNU.
Forum ini sudah Berbicara beberapa kali dan tidak menemukan solusi lain kecuali Lewat pelaksanaan muktamar sesegera Mungkin Saja. Aspirasi tersebut disampaikan dan diterima Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar secara daring. Dan diterima secara langsung Di Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf Di ruang kerjanya.
Baca juga: ‘Pertempuran Tiga Poros’ Di Muktamar NU 2026, Di Istana hingga Pesantren
Forum menilai keterlambatan pelaksanaan Muktamar Berpeluang mengganggu konsolidasi organisasi serta menghambat fokus NU Di menjalankan peran strategis Di tingkat kebangsaan dan keummatan.
Menurut Gus Rozin, kurang lebih ada tiga Nilai pernyataan sikap yang disampaikan Forum Ketua PWNU se-Indonesia kepada PBNU. Pertama, PBNU diminta melaksanakan Muktamar Di akhir Juli atau awal Agustus 2026 sesuai keputusan Pertemuan Pleno PBNU Di 29 Januari 2026.
“Jika hingga Agustus 2026 Muktamar tidak terlaksana, PWNU bersama PCNU Berencana Berkata mosi tidak percaya kepada PBNU,” kata Gus Rozin Di dihubungi Di Jakarta.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026











